banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Wajah Kuningan Bakal Lebih Rapi, Apjatel dan Pemkab Luncurkan Proyek Ducting Kabel FO

 

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Wajah perkotaan Kabupaten Kuningan akan segera berubah menjadi lebih rapi dan aman dengan dimulainya proses pemindahan utilitas kabel fiber optik (FO) dari udara ke bawah tanah (ducting). Langkah strategis ini resmi diinisiasi melalui rapat perdana (kick-off meeting) yang digelar oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Koordinator Wilayah (Korwil) Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Kuningan di Domo Cafe, Kamis (2/4/2026).

banner 728x250

Rapat yang menjadi tonggak kolaborasi ini bertujuan menyamakan visi, menetapkan target, serta merancang skema kerja antara pemerintah daerah, operator telekomunikasi, dan berbagai pemangku kepentingan sebelum pelaksanaan proyek fisik di lapangan.

Acara dihadiri oleh sejumlah pejabat strategis Kabupaten Kuningan, antara lain Kepala Bidang (Kabid) Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Asep Abdus Syakur, Kabid Infrastruktur TIK Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Heri Juheri, serta perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Intan. Turut menghadiri dan memimpin diskusi adalah Ketua Korwil Apjatel Jawa Barat Yudiana Arifin, Wakil Koordinator Wilayah 2 Apjatel Handri Rochendi, beserta para pimpinan operator telekomunikasi dan mitra pelaksana proyek.

Kabid PUTR Asep Abdus Syakur menegaskan bahwa relokasi jaringan kabel ke bawah tanah adalah program krusial yang telah lama dinantikan. “Selain meningkatkan keindahan kota, langkah ini bertujuan menjamin keselamatan ruang publik. Kami berharap proses penataan dapat direalisasikan secara bertahap sesuai ruas jalan yang ditetapkan, dengan dukungan penuh dari seluruh operator untuk optimalisasi program,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Infrastruktur TIK Diskominfo Heri Juheri menyoroti peran vital fiber optik sebagai tulang punggung konektivitas digital. Ia mencatat bahwa ketimpangan akses internet masih menjadi pekerjaan rumah, dengan sejumlah kecamatan yang belum terjangkau layanan FO secara maksimal. “Selain estetika, kami juga mendorong pemerataan jaringan hingga ke desa-desa yang belum terlayani, karena ini sangat penting untuk mendukung aktivitas masyarakat yang kini bergantung pada konektivitas digital,” paparnya.

Dari sisi regulasi, perwakilan DPMPTSP Intan mengingatkan pentingnya kepatuhan perizinan sebelum pelaksanaan proyek. “Seluruh operator dan pelaksana harus memastikan legalitas terkait penggunaan ruas jalan dan konstruksi ducting terpenuhi agar proyek berjalan aman dan tanpa hambatan hukum,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Korwil Apjatel Jawa Barat Yudiana Arifin menegaskan komitmen penuh pihak asosiasi. Menurutnya, migrasi jaringan ke bawah tanah adalah keniscayaan industri. “Selain kerapian dan keamanan, langkah ini juga meminimalkan gangguan layanan serta meningkatkan keandalan jaringan. Kami tekankan perlunya kolaborasi antarpelaku industri agar proses berjalan efektif, efisien, dan tidak membebani salah satu pihak melalui pendekatan bertahap,” tegas Yudiana.

Rapat juga diisi dengan pemaparan teknis komprehensif dari mitra pelaksana bersertifikasi Apjatel, yaitu PT Intan, FBI, OLT, dan ATP. Paparan mencakup aspek teknis penggalian, desain jaringan serta spesifikasi infrastruktur ducting, dan skema kerja sama operasional di lapangan. Seluruh mitra ini telah melalui seleksi ketat untuk menjamin pekerjaan yang terstandardisasi dan terkoordinasi.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif, di mana para operator menyampaikan masukan teknis dan menyatakan kesiapan mendukung kebijakan Pemkab Kuningan. Melalui kick-off ini, diharapkan terwujud sinergi kokoh untuk menciptakan ekosistem infrastruktur telekomunikasi Kuningan yang lebih tertib, aman, dan berdaya saing. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan