banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

BI Cirebon: Awal Tahun 2026 Ekonomi Ciayumajakuning Tunjukkan Tren Positif

 

Bingkaiwarta, CIREBON – Kinerja ekonomi di wilayah Ciayumajakuning pada awal tahun 2026 menunjukkan tren yang tetap positif. Aktivitas masyarakat mulai meningkat, terutama dari sisi konsumsi yang menjadi penopang utama pertumbuhan. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, menyampaikan bahwa stabilitas menjadi fokus utama dalam menjaga momentum tersebut. “BI Rate kami jaga di level 4,74% untuk memperkuat stabilitas nilai tukar dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ucapnya pada Kamis (2/4/2026).

banner 728x250

Ekonomi Tercatat Tumbuh Sepanjang tahun 2025, ekonomi kawasan ini tercatat tumbuh sebesar 5,09% (yoy). Pertumbuhan tersebut turut didukung oleh investasi yang meningkat 5,27%, mencerminkan kepercayaan pelaku usaha yang masih terjaga. Meski demikian, tekanan eksternal masih membayangi. Dinamika geopolitik global berdampak pada perdagangan internasional, sehingga kinerja ekspor belum sepenuhnya pulih.

Di tengah kondisi tersebut, permintaan domestik justru menjadi penopang utama. Indeks Keyakinan Konsumen Maret 2026 yang mencapai 145,8 menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi. Dari sisi harga, inflasi di wilayah ini juga masih berada dalam kondisi terkendali. Stabilitas pasokan pangan menjadi faktor utama yang menjaga laju inflasi tetap rendah.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Fickry Widya Nugraha, menjelaskan bahwa inflasi bulan Maret tercatat sebesar 0,63%. “Komoditas seperti beras, daging ayam, telur, dan jeruk masih stabil sehingga tekanan inflasi dapat diredam,” paparnya.

Sementara itu terkait Inflasi Dikisaran Aman Secara tahunan, inflasi di Kota Cirebon dan Kabupaten Majalengka masing-masing tercatat sebesar 3,54% dan 4,50%. Angka ini masih berada dalam kisaran yang aman. Fickry menambahkan bahwa faktor geopolitik tetap menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi harga energi dan distribusi pangan. Kondisi ini dapat berdampak tidak langsung terhadap inflasi di daerah.

Untuk menjaga stabilitas, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah terus memperkuat sinergi melalui operasi pasar dan distribusi antar wilayah, sehingga perekonomian Ciayumajakuning tetap terjaga di tengah ketidakpastian global. (ARL)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan