Bingkaiwarta, KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan mengambil langkah tegas dan nyata dalam upaya memerangi penyalahgunaan narkotika di lingkungan birokrasi. Rabu (8/4/2026), sebanyak 94 pejabat mulai dari tingkat pimpinan tinggi hingga wilayah mengikuti tes urine secara mendadak (surprise test) yang digelar di kompleks perkantoran Pemkab Kuningan.
Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, turut serta dan memimpin langsung jalannya pemeriksaan ini sebagai bukti komitmen kuat dalam menciptakan pemerintahan yang bersih, berwibawa, dan bebas narkoba.
Peserta yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), serta seluruh Camat se-Kabupaten Kuningan.
Proses pengambilan sampel urine dilakukan secara ketat dan profesional oleh tim medis dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kuningan. Pemeriksaan ini dilaksanakan tanpa pemberitahuan sebelumnya guna memastikan hasil yang objektif, akurat, dan mencerminkan kondisi riil tanpa adanya rekayasa.
Dalam arahannya, Bupati Dian menegaskan bahwa transparansi adalah kunci utama dari kegiatan ini. Ia menjamin hasil pemeriksaan akan diumumkan secara terbuka sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.
“Jika nantinya terdapat ASN atau pejabat yang terbukti terindikasi menggunakan zat terlarang, kami tidak akan segan-segan menjatuhkan sanksi berat sesuai aturan dan regulasi kepegawaian yang berlaku. Marwah institusi harus kita jaga,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BNNK Kuningan, Agus Mulya, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Pemkab Kuningan. Menurutnya, kesediaan para pejabat untuk diperiksa menunjukkan sinergi yang kuat dalam mewujudkan visi “Kuningan BERSINAR” (Bersih Narkoba).
“Seluruh sampel yang telah dikumpulkan akan segera diproses di laboratorium. Hasil akhir diestimasi sudah dapat kami sampaikan kepada pihak Pemkab paling lambat dalam waktu 3×24 jam ke depan,” jelas Agus Mulya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh elemen masyarakat. Dengan dimulainya langkah preventif dari level pimpinan tertinggi, Pemerintah Kabupaten Kuningan ingin memberikan contoh nyata bahwa integritas aparatur negara harus dibangun di atas fondasi kesehatan fisik dan mental yang prima, bebas dari pengaruh narkotika. (Abel)













