banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250

Bangun Ekonomi Kerakyatan, APPU Canangkan Gerakan Rangkul Warung Tetangga (GRWT)

Bingkaiwarta, CILIMUS – Guna membangun ekonomi kerakyatan, Aliansi Persatuan Pelaku UMKM (APPU) Kabupaten Kuningan canangkan program Gerakan Rangkul Warung Tetangga (GRWT) saat rapat konsolidasi yang dilaksanakan di Rumah Kopi Silihwangi, Desa Linggasana, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, kemarin.

Menurut Miftah Faridl perwakilan APPU dari Komunitas PMKM Prima DPC Kab. Kuningan menuturkan, gerakan tersebut merupakan agenda untuk mempersatukan para pelaku usaha mikro dan kecil agar menjadi besar dan kuat.

banner 728x250

Pria yang akrab disapa Abah Iip ini menerangkan, kebanyakan dari para anggota komunitas UMKM yang tergabung di APPU adalah produsen, untuk itu diperlukan strategi pemasaran untuk membantu penjualan.

“Kita para pelaku usaha yang berada dibawah itu ibarat akar, apabila kita bersatu maka InsyaAllah akan menumbuhkan ekonomi yang kuat bagi bangsa ini. Dengan gerakan ini (GRWT – red), semoga menjadi tonggak kebangkitan bagi para pelaku usaha mikro dan kecil,” ungkap Abah Iip.

Dengan GRWT, lanjut Abah Iip, akan tercipta simbiosis mutualisme antara produsen dari pelaku UMKM dengan warung-warung kecil sekitar. Ketika produsen butuh pemasaran, warung-warung kecil juga bisa mendapatkan produk untuk dijual dengan sistem konsinyasi.

“Selama ini banyak UMKM berpikir untuk menjual produknya di toko modern, seperti diketahui, kebanyakan adalah sistem konsinyasi, ibarat kita membantu memberi modal kepada mereka yang sudah besar, kita berpikir, kenapa kita tidak saling membantu dengan sesama para pelaku usaha yang masih kecil, agar sama-sama menjadi besar,” ujarnya.

Menjamurnya toko modern, kata Abah Iip, selama masih sesuai aturan yang berlaku bukanlah sebuah masalah. Kecuali memang ada aturan yang dilanggar, itu baru masalah. Tapi, lanjutnya, meski demikian, toko modern baik secara langsung ataupun tidak adalah pesaing warung-warung kecil.

“Toko modern yang tumbuh pesat tentunya menjadi pesaing bagi warung-warung kecil saudara kita. Selama tidak melanggar aturan, sisi positifnya adalah untuk menumbuhkan daya saing, yang tentunya dengan persaingan yang sehat, InsyaAllah akan menjadi pemicu semangat warung-warung kec untuk tumbuh lebih baik dari toko modern,” lanjutnya.

Dengan menitipkan produk di warung tetangga, selain lebih mudah karena tidak terlalu ketat dengan regulasi yang dirasa sangat sulit bagi pelaku UMKM, sekaligus mengukuhkan tali silaturahmi yang semoga menjadi wasilah untuk mengalirkan rezeki.

Tak hanya menitipkan produk, para pelaku UMKM juga akan berupaya untuk menerapkan dan mensosialisasikan gerakan belanja di warung tetangga. Jadi, ujar Abah Iip, ketika warung-warung tetangga laris, modal kuat, InsyaAllah kedepannya produk-produk UMKM bisa dibeli secara kontan.

Terkait tekhnis detail, akan kembali dibahas pada pertemuan selanjutnya beberapa hari kedepan agar bisa terealisasi secepatnya. Dengan persatuan dan kesatuan, diharapkan para pelaku UMKM Kuningan dapat menebus batas. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan