Bingkaiwarta, KUNINGAN – Wilayah Kabupaten Kuningan dilanda bencana banjir setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejumlah kecamatan pada Jumat (13/2/2026). Sebanyak 160 rumah warga di dua lokasi berbeda yaitu Desa Cisaat, Kecamatan Cibingbin dan Desa Andamui, Kecamatan Ciwaru terendam air, dengan beberapa unit rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana mengungkapkan, banjir di Desa Cisaat disebabkan oleh meluapnya Sungai Cikaro akibat curah hujan tinggi. Air meluap masuk ke permukiman warga di Dusun 1 dan Dusun 2 dengan ketinggian antara 80 sentimeter hingga 1 meter, yang berdampak pada sekitar 50 rumah.
“Sekitar 50 rumah warga terdampak, namun beruntung tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini,” ujarnya.
Menurut Indra, debit air sungai meningkat drastis akibat hujan deras sehingga menyebabkan luapan ke area pemukiman. Saat ini air telah surut dan warga bersama aparat desa tengah melakukan kegiatan gotong royong untuk membersihkan material lumpur yang masuk ke dalam rumah.
Sementara itu, Desa Andamui, Kecamatan Ciwaru juga terkena dampak banjir akibat meluapnya Sungai Cijurai, dengan cakupan lebih luas yang mencakup empat dusun. Total 110 rumah terendam air dengan ketinggian antara 30 sentimeter hingga 1 meter.
Rincian dampak di Desa Andamui yaitu:
– Dusun Kliwon: 35 rumah terdampak dan 2 unit rumah milik Wasma (55) dan Cermin (53) mengalami rusak ringan
– Dusun Pahing: 35 rumah terendam dan 1 rumah milik Dastim (60) mengalami kerusakan sedang, sehingga 2 kepala keluarga dengan total 5 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah kerabat
– Dusun Puhun: 25 rumah terendam
– Dusun Wage: 15 rumah terdampak
“Total terdapat satu rumah rusak sedang dan dua rumah rusak ringan di Desa Andamui. Saat ini satu keluarga masih berada di tempat mengungsi di rumah saudara mereka,” jelas Indra.
Dalam penanganan darurat, aparat desa segera berkoordinasi dengan pihak kecamatan, TNI, Polri, serta BPBD Kabupaten Kuningan. Tim assessment dari BPBD telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pendataan dan kajian cepat terhadap kondisi yang terjadi.
Masyarakat juga aktif bergotong royong membersihkan sisa lumpur akibat banjir. Pemerintah desa mengimbau warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim hujan dan segera melaporkan jika terdapat potensi bencana susulan.
“Air di kedua lokasi sudah surut dan rumah-rumah yang terendam mulai kembali ke kondisi normal. Untuk langkah selanjutnya, kami akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait termasuk untuk memenuhi kebutuhan logistik bagi keluarga terdampak,” pungkasnya. (Rie)













