Bingkaiwarta, KUNINGAN – Putra Bagus Akhsanu Amalan atlet Cabor Pencak Silat Kab. Kuningan berhasil meraih medali emas di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Jawa Barat Tahun 2022 di Kabupaten Subang. Sebelumnya pada tahun 2006 silam, Cecep Aziz berhasil menyumbangkan medali emas dari Cabor pencak silat untuk Kab. Kuningan.
Pada kelas J Putra, Bagus Akhsanu Amalan menang telak dengan skor 5-0 pada partai final, melawan Virgiawan Listanto asal Kota Bogor, pada hari Jum’at (18/11/2022), sehingga dengan peraihan medali emas tersebut, Cabor pencak silat telah berhasil mencapai target KONI Kab. Kuningan.
Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kab. Kuningan Dr Ukas Suharfaputra, diwakili Ketua Harian IPSI Kab. Kuningan, sekaligus Manager Tim Ir. Toto Suripto menyatakan, kemenangan tersebut adalah hasil perjuangan keras, salahsatunya dengan adanya perubahan regulasi, membuat perjuangan semakin berat.
“Alhamdulillah, medali emas diraih dengan perjuangan yang luar biasa keras. Dengan perubahan regulasi usia yang tadinya 17-23 tahun menjadi 17-35 tahun, dan diperbolehkannya atlet PON, Asian Games, Sea Games, hingga juara dunia untuk ikut serta,” ujar Toto kepada bingkaiwarta.co.id, Sabtu 19/11/2022.
Sebelumnya, kata Toto, pada bulan Agustus 2021, Rakerda IPSI Jabar memutuskan bahwa Regulasi Usia untuk BK Porprov usia 17-23 tahun. Pada bulan Desember 2021 BK Porprov XIV dilaksanakan dengan regulasi usia 17-23 tahun, namun tiba-tiba menjelang Porprov XIV usia dirubah menjadi 17-35 tahun
“Jelas perubahan regulasi ini merugikan bagi Kabupaten/Kota yang tidak mempunyai dan mempersiapkan atlet di usia tersebut, karena bagaimanapun juga tidak mudah untuk bongkar pasang atlet dalam waktu yang cukup singkat, apalagi bagi Kabupaten/Kota yang terbatas anggarannya,” ungkapnya.
Toto berharap Pemda Kab. Kuningan agar bisa lebih serius memberikan perhatian lebih pada Cabor Pencak Silat khususnya, dan umumnya pada Cabor lain yang potensial memberikan kontribusi medali dalam event resmi seperti Porprov kali ini. Selain itu, juga memberi reward bagi yang telah berhasil menyumbangkan medali.
“Untuk lebih memotivasi para pejuang olah raga peraih medali emas, sebaiknya diberikan penghargaan selain uang, ditambah kesempatan bekerja di Perumda supaya bisa lebih termotivasi untuk berjuang kembali di event-event selanjutnya. Bagaimanapun mereka telah membawa harum nama Kab. Kuningan,” pungkasnya. (Abel)













