Bingkaiwarta, LURAGUNG – Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK melaksanakan Kegiatan Puncak Gebyar Deteksi Dini Kanker Serviks dan Kanker Payudara melalui Pemeriksaan Iva Test dan Sanadis bagi 1.200 Wanita Usia Subur (usia 30-50 tahun), di Puskesmas Luragung, Selasa (23/4/2024).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan Hj. Susi Lusiyanti menyatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kartini. Dengan tujuan untuk mendeteksi sedini mungkin penyakit tidak menular yang menjangkit kaum perempuan.
“Kanker leher rahim dan payudara merupakan penyakit berbahaya yang menyebabkan kematian bagi kaum wanita. Kebanyakan penderita mengakses pelayanan kesehatan ketika telah masuk stadium lanjut. Dilakukannya deteksi dini ini adalah agar mendapatkan penanganan yang tepat, agar kanker leher rahim dan payudara dapat disembuhkan,” ujar Susi.

Sasaran Deteksi dini pada penyakit Kanker Serviks dan Kanker Payudara melalui IVA tes dan Sadanis sampai dengan hari ini sebanyak 668 orang di 18 Kecamatan di wilayah Kabupaten Kuningan.
“Di puskesmas Luragung sendiri melayani tes kesehatan di Wilayah Kecamatan Luragung, Maleber, Ciwaru, Karangkancana, Cimahi, Cibeureum dan Cibingbin. Pelaksanaan tes se-Kabupaten Kuningan dilakukan dari tanggal 16 sampai dengan 29 April 2024,” katanya.
Sementara itu, Pj Bupati Kuningan Iip Hidajat menuturkan, bahwa Kanker Payudara menempati urutan pertama terkait jumlah kanker terbanyak di Indonesia serta menjadi salah satu penyumbang kematian pertama akibat kanker.
“Data Global Cancer Observatory (Globocan) tahun 2020 menyebutkan bahwa jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus (16.6%) dari total 396.914 kasus baru kanker di Indonesia. Jumlah kematiannya mencapai lebih dari 22 ribu jiwa kasus. Kanker serviks menempati posisi ke 2 setelah kanker payudara. Menurut data Globocan 2020, sebanyak 36.633 (17,2%) tercatat kasus baru yang di diagnosa di Indonesia,” tutur Iip.
Iip menambahkan, bahwa derajat kesehatan yang setinggi-tingginya merupakan tanggung jawab bersama individu, masyarakat, pihak swasta dan pemerintah.
“Tentunya pemerintah tidak dapat berjalan sendiri tanpa adanya dukungan pihak-pihak lain terutama organisasi kemasyarakatan. Untuk itu saya apresiasi Dinkes dan TP PKK Kabupaten Kuningan yang telah menyelenggarakan deteksi dini penyakit ini dengan menjangkau 1200 perempuan di seluruh Kuningan. Harapan saya adalah program ini bisa terus dilakukan secara berkelanjutan,” ucapnya.
Disamping itu, Iip juga menghimbau agar masyarakat terus menerapkan perilaku CERDIK.
“Usaha kita bersama untuk selalu menjaga kesehatan dapat dilakukan melalui penerapan perilaku CERDIK. Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin olahraga, Diet seimbang, Istirahat yang cukup dan Kelola stres dengan baik). Sehat terus wanita Indonesia,” pungkasnya. (Abel)













