Bingkaiwarta, CIGUGUR – Fenomena kematian massal ikan keramat (Ikan Dewa) di objek wisata Balong Girang, Kecamatan Cigugur, memicu keprihatinan mendalam. Menanggapi situasi kritis tersebut, Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, melakukan peninjauan langsung ke lokasi guna memastikan langkah mitigasi berjalan cepat dan tepat, kemarin.
Laporan di lapangan menunjukkan tren kematian ikan yang terus meningkat secara signifikan. Dimulai sejak Kamis lalu dengan temuan awal 24 ekor, kini jumlah ikan yang mati dilaporkan telah melampaui 150 ekor.
“Ini adalah persoalan serius. Sejarah mencatat belum pernah terjadi kematian massal dengan skala seperti ini di Balong Cigugur,” ujar Bupati Dian di sela-sela peninjauannya.
Kepala Bidang Perikanan Diskanak Kabupaten Kuningan, Denny Rianto, mengungkapkan hasil identifikasi sementara yang menunjukkan adanya gangguan kesehatan pada ikan. Petugas menemukan gejala klinis berupa bercak putih pada mulut ikan, serangan parasit cacing, serta dugaan kuat pengaruh perubahan suhu air yang ekstrem.
Selain faktor patogen, kondisi sanitasi kolam yang jarang dikuras serta potensi kekurangan nutrisi juga menjadi poin yang tengah didalami oleh tim ahli.
Guna memutus rantai kematian, Bupati Dian menginstruksikan langkah darurat berupa peningkatan kadar oksigen dalam air melalui sistem pompanisasi. Ia memerintahkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk segera memobilisasi bantuan pompa air ke lokasi.
“Langkah preventif harus dilakukan saat ini juga. Kita tidak boleh membiarkan populasi ikan ini terus berkurang. Penambahan suplai oksigen menjadi prioritas utama untuk menjaga ekosistem tetap stabil,” tegasnya.
Bagi masyarakat Kuningan, ikan keramat di Cigugur bukan sekadar daya tarik wisata, melainkan identitas budaya yang unik dan tidak ditemukan di daerah lain. Bupati mengaku sangat menyesalkan kejadian ini dan berkomitmen untuk mengawal pemulihan kondisi Balong Girang hingga tuntas.
Di akhir kunjungannya, Bupati Dian turut mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam melaporkan kejadian ini. Ia mengimbau warga agar terus proaktif dalam menjaga lingkungan dan tidak ragu melaporkan kendala di lapangan melalui kanal komunikasi resmi maupun pesan WhatsApp ke instansi terkait.
“Ikan ini adalah simbol dan kebanggaan kita semua. Kita akan kerahkan upaya terbaik agar keasrian dan kelestarian ikan khas Kuningan ini tetap terjaga,” pungkasnya. (Abel)













