banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250




banner 728x250

Ekonomi Sehat dengan Pemulihan Ekonomi Cerdas di Era Pasca Pandemi

  • Bagikan

Oleh : Ziyadatul Haida, (Mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Husnul khotimah Kuningan Jawa Barat, Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Semester 7)

Kondisi ekonomi di masa pandemi sangat mempengaruhi keadaan kesehatan ekonomi keluarga, dalam hal pemulihan ekonomi pasca pandemi maka di perlukan aksi cerdas untuk memulihkan kondisi ekonomi agar menjadi sehat kembali. Walaupun pandemi belum berakhir sepenuhnya karena masih adanya beberapa kemunculan berbagai masalah kesehatan diberbagai dunia seperti munculnya virus baru yang terjangkit di berbagai negara lainnya. 

banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280

Hubungannya Dunia bisnis dengan pemulihan ekonomi sangatlah erat karena dunia bisnis sangat mempengaruhi hasil pertumbuhan ekonomi suatu negara, begitu juga tingginya permintaan konsumen akan mempengaruhi kemajuan bisnis ekonomi pada suatu perusahaan yang juga akan menambah penghasilan negara.  Namun sebaliknya jika terjadi penurunan permintaan konsumen maka akan menimbulkan turunnya nilai produksi juga yang akan dapat menghambat jalannya roda perputaran bisnis ekonomi. Negara dapat di katakan sehat kondisi ekonomi rakyat apabila rendahnya tingkat pengangguran dan tingginya pendapatan perkapita yang berakibat pada tercukupinya kebutuhan masyarakat.

Keadaan ekonomi di masa pandemi covid-19 sangat mempengaruhi kehidupan di setiap masyarakat, bahkan bukan hanya di Indonesia tapi seluruh dunia merasakannya. Terlebih pada keluarga  yang hanya mengandalkan pendapatan ekonomi dari buruh pabrik saja, pasti akan ada perubahan signifikan pada pendapatan ekonomi keluarga. Dalam kondisi seperti itu, pastinya akan mengalami lonjakan penurunan pendapatan ekonomi secara drastis pada suatu negara, karena terganggunya berputaran kegiatan ekonomi negara akibat pandemi, seperti banyak terjadinya pekerja yang di PHK , pengusaha gulung tikar, terkendalanya laju pendidikan kegiatan belajar mengajar secara langsung, berhentinya kegiatan transaksi ekonomi di pasar, pemotongan gaji karyawan , hingga menurunnya omzet penjualan diberbagai sektor ekonomi , berkurangnya nilai produksi pada sebuah perusahaan dan masih banyak lagi dampak yang dirasakan karena anjloknya angka konsumen. 

Padahal dalam kegiatan ekonomi haruslah ada keseimbangan antara produsen, distributor dan konsumen yang saling berkaitan untuk mendukung jalannya perputaran produksi yang akan menghasilkan kegiatan ekonomi . Tapi apalah yang akan terjadi jika tidak adanya salah satu komponen yang mendukung atau kurang berimbangnya hal tersebut ?, maka akan terjadi lumpuhnya kegiatan ekonomi yang akan berakibat pada penurunan nilai pendapatan ekonomi.

Untuk menanggulangi terjadinya kemerosotan kegiatan ekonomi / resesi ekonomi  maka perlu adanya tindakan untuk mencegah hal tersebut. Perlu disadari bahwa kita sebagai warga negara adalah pelaku utama ekonomi itu sendiri yaitu sebagai konsumen. Harus ada kesadaran dari setiap warga negara bahwa peran utama dalam pemulihan ekonomi cerdas adalah dimulai dari diri kita sendiri. Ekonomi akan menjadi sehat dengan pemulihan ekonomi yang  cerdas , yang berarti kita adalah pelaku utama yang dapat memulihkan kondisi ekonomi itu sendiri, dimulai dari pemikiran bahwa ekonomi keluarga akan baik jika di olah secara cerdas walaupun mungkin keadaan ekonomi negara sedang tidak baik.

Ada beberapa langkah smart economy (ekonomi cerdas)  yang bisa kita lakukan untuk upaya recovery (pemulihan) agar ekonomi keluarga menjadi sehat di era pasca pandemi ini. Diantara cara pemulihan ekonomi yang cerdas di era pasca pandemi  yaitu dengan cara : Mengatur pendapatan dan pengeluaran tercatat secara terperinci agar tidak besar pasak dari pada tiang , membeli kebutuhan primer (penting) saja yang sangat di butuhkan , membuat kerja sampingan, Memanfaatkan lahan yang ada untuk bercocok tanam dan pentingnya peranan wanita dalam pemulihan ekonomi cerdas. 

Beberapa cara pemulihan ekonomi cerdas di era pasca pandemi :

Pertama, Mengatur pendapatan dan pengeluaran tercatat secara terperinci agar tidak besar pasak dari pada tiang. Maksudnya kita sebagai pelaku ekonomi harus dapat mengatur keadaan keuangan agar tidak boros dalam membelanjakan keperluan sehari-hari. Karena dengan kita mengatur keuangan secara teratur maka akan terbiasa dengan hidup hemat dan sederhana yang akan menimbulkan kesejahteraan ekonomi keluarga.

Kedua, membeli kebutuhan primer (penting) saja yang sangat di butuhkan , dalam hal pemulihan ekonomi pasca pandemi maka di perlukan tindakan pemilihan barang barang tertentu yang kiranya sangat butuh untuk dimiliki agar tidak menyebabkan besar pasak dari pada tiang.

Ketiga, membuat kerja sampingan, diantara salah satu cara pemulihan ekonomi cerdas pasca pandemi yaitu dengan membuat kerja sampingan. Langkah ini termasuk pada pembahasan yang paling banyak di bahas karena banyak macamnya pekerjaan sampingan yang tersedia jika kita dapat mengambil peluang di lingkungan sekitar kita tinggal. Seperti contoh halnya bermuamalah dengan masyarakat.

Kegiatan muamalah sendiri banyak bermacam macem kegiatan, diantara salah satu macam kegiatan muamalah yaitu jual beli, dan dalam ragam jual beli sendiri banyak bermacam macam jenis kegiatan yang dapat dibedakan menurut cara pengamalannya. Secara etimologi, jual beli adalah proses tukar-menukar barang dengan barang. Sedangkan secara terminologi, jual beli menurut ulama Hanafi adalah tukar-menukar maal (barang atau harta) dengan maal yang dilakukan dengan cara tertentu. Jual beli dikatakan sah apabila terpenuhinya segala syarat sah dan rukun jual beli, salah satunya yaitu antara penjual dan pembeli harus saling ridho terhadap apa yg di perjual belikan berdasarkan dalil Qur’an Surat An-Nisa ayat 29 yang artinya berbunyi: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu.”

Peluang jual beli secara langsung (offline) dalam aktifitas pemulihan ekonomi cerdas juga bisa di lakukan secara online dengan langkah cerdas yaitu memanfaatkan bisnis e_commerce di masa kini.  Karena semenjak terjadinya pandemi angka bisnis e-commerce mengalami penaikan peminat, hal ini bisa saja terjadi karena memang hanya dengan kita stay dirumah pun kita tetap bisa menjalankan bisnis ini. CEO Jet Commerce Indonesia Webber Chen di tahun 2020 menyampaikan bahwa “jumlah transaksi e-commerce mengalami peningkatan”, yang menjadi bukti bahwa e-commerce kini semakin digemari masyarakat, karena memberikan kemudahan dalam bertransaksi. Industri e-commerce merupakan jalan cerdas untuk menjadikan kondisi ekonomi menjadi sehat, karena siapapun bisa melakukannya dan sangat cocok untuk bisnis sampingan.

Dalam islam sendiri e-commerce  (jual beli online) di kategorikan sebagai jual beli As-salam yaitu jual beli dengan suatu benda yang disebutkan sifatnya dalam tanggungan atau memberi uang di depan secara tunai, barangnya diserahkan kemudian hari atau waktu yang telah ditentukan. Dasar hukum jual beli online sama seperti akad jual beli dan akad As-Salam yaitu  Q.S Al-Baqarah: 282 Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, Apabila kamu menjalankan sesuatu urusan dengan hutang piutang yang diberi tempo hingga ke suatu masa yang tertentu, maka hendaknya kamu menulis itu.”

Keempat, yaitu memanfaatkan lahan yang ada untuk bercocok tanam. Dalam sebuah hadist di sebutkan “Barang siapa menanam pepohonan dan menjaganya dengan sabar serta merawatnya hingga berbuah, maka segala sesuatu yang menimpa buahnya menjadi sedekah di sisi Allah.” (HR Ahmad).

Dari setiap hasil tanaman yang dihasilkan maka akan mengurangi nilai pengeluaran kebutuhan ekonomi kita, dan otomatis akan menaikkan pendapatan ekonomi keluarga. Maka cara ini dapat menjadi cara praktis untuk pemulihan ekonomi cerdas pasca pandemi.

Kelima, yaitu pentingnya peranan wanita pada kegiatan pemulihan ekonomi pasca pandemi, telah di buktikan di zaman Rasulullah yaitu dengan kisah ibu khadijah istri Rasulullah adalah seorang pengusaha wanita yang hebat. Maka kita semua selaku sebagai pemeran utama kegiatan ekonomi haruslah mengolah ekonomi secara berfikir cerdas untuk menanggulangi apapun yang terjadi ketika adanya resesi ekonomi dengan penanggulangannya yaitu berfikir cerdas dari awal untuk mengatur kondisi ekonomi keluarga.

Peranan penting pada pemulihan ekonomi cerdas negara adalah terkontrolnya ekonomi di setiap keluarga, dan dalam tiap keluarga seorang wanita memegang kendali kedua setelah kepala keluarga, karena kepala keluarga adalah pelaku utama pensejahtera ekonomi keluarga dengan bekerja. Namun pemegang peran kedua yaitu wanita / istri adalah termasuk peran utama untuk membantu pemulihan ekonomi cerdas keluarga, karena ketika kepala keluarga terkendala dengan kegiatan bekerja maka wanita memiliki peran utama yaitu untuk memulihkan kondisi ekonomi keluarga.

Kegiatan ekonomi cerdas akan mengakibatkan sehatnya kondisi pendapatan ekonomi finansial keluarga. Dan jika tiap warga negara memiliki pemikiran bahwa ekonomi akan menjadi sehat jika mengolahnya dengan pemikiran ekonomi yang cerdas, maka akan menimbulkan kesejahteraan di kalangan masyarakat tanpa harus mengandalkan pemerintah. Karena jika kondisi ekonomi tiap warga negara sehat maka tidak ada pengaruhnya terhadap keadaan ekonomi keluarga seandainya kondisi ekonomi negara sedang memburuk. Maka dari itu pemikiran ekonomi cerdas sangat penting diterapkan dalam kegiatan ekonomi, agar di era pasca pandemi sa’at ini kondisi ekonomi keluarga kembali sehat.


banner 336x280
banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!