banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250

Hari Siaga Bencana, Serentak Bunyikan Kentongan, Sirine dan Lonceng

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) bertujuan untuk mengajak dan menyadarkan semua pihak termasuk masyarakat dalam melakukan latihan kesiapsiagaan bencana yang dilaksanakan secara serentak. Latihan secara serentak di seluruh Indonesia ini dilakukan pada satu hari dalam setahun yakni pada tanggal 26 April.

“Latihan tersebut untuk mengimplementasikan Risk Understanding, Risk Governance, Risk Financing, Preparedness for Good Response,” kata Bupati Kuningan H. Acep Purnama dalam Apel Siaga memeperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana, di Halaman Setda Kabupaten Kuningan, Selasa (26/4/2022) pagi.

banner 728x250

Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2022 ini mengusung tema “Siap untuk Selamat” Sementara, sub tema tahun ini, yakni  “Keluarga Tangguh Bencana Pilar Bangsa Menghadapi Bencana”.

Acep berharap latihan pada Hari Kesiapsiagaan Bencana dapat meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menuju Indonesia Tangguh Bencana. 

Sebagai tanda dimulainya latihan yaitu dengan membunyikan tanda secara serentak dengan menggunakan kentongan, sirine, dan lonceng pukul 10.00 waktu setempat.

Acep menegaskan, satu hal yang tidak boleh dilupakan yaitu Pencegahan, Pencegahan, dan Pencegahan. Karena, Pencegahan dan Mitigasi sangatlah penting. Mitigasi harga mati.

Dijelaskan Acep, simulasi evakuasi ini sangat penting dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana yang bisa terjadi kapan saja dan dimana saja.

“Kita ketahui bersama, bahwa wilayah negara kita sangat rawan terhadap bencana, antara lain bencana Hidrometeorologi, yang dipicu oleh kondisi cuaca dan iklim. Badai siklon tropis, hujan lebat yang mendatangkan banjir bandang, serta gelombang panas dan kekeringan yang bisa mengakibatkan Kebakaran Hutan dan Lahan,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Acep, kita juga mengenal adanya bencana geologi seperti misalnya erupsi gunung berapi, gempa bumi, gas beracun dan lain sebagainya. Terakhir bencana non alam seperti pandemi Covid-19 yang sedang melanda seluruh dunia.

“Karenanya, upaya pencegahan dan mitigasi harus terus menerus dilakukan. Ada 4 langkah dalam kesiapsiagaan bencana, yaitu Kenali ancaman dan bencana disekitar kita, Kurangi resiko bencananya sesuai kemampuan kita, Tentukan tempat yang aman disekitar kita, dan Ajak seluruh keluarga melakukan evakuasi mandiri ke tempat aman,” bebernya.

Ia berharap melalui latihan evakuasi mandiri, masyarakat makin tangguh dalam menghadapi bencana.

Apel kesiapsiagaan bencana ini dihadiri oleh Wakil Bupati Kuningan H. M Ridho Suganda, Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kuningan Indra Bayu Permana, jajaran BPBD Kabupaten Kuningan dan para peserta Apel Siaga. (Abel) 


banner 336x280

Tinggalkan Balasan