banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250

Kecewa Harga BBM Naik, BEM STKIP Muhamadiyah “Teriaki” Bupati Kuningan

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Dalam rangka menyikapi isu nasional tentang kenaikan harga BBM bersubsisdi di Indonesia, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP Muhammadiyah Kuningan menggelar aksi di Depan Kantor Bupati Kuningan, Jl. Raya Siliwangi Kuningan, Jumat (16/9/2022), sekira pukul 14.15 WIB.

Tampak ratusan mahasiswa STKIP Muhammadiyah menyampaikan kekecewaanya kepada pemerintah melalui orasi dan tulisan tulisan di atas kertas putih. Aksi unjuk rasa ini mendapat pengawalan ketat dari aparat TNI Polri, Satpol PP, dan Damkar.

banner 728x250

Membakar semangat, orasi peserta aksi diselingi nyanyian, sindir pemerintah, dimana Bupati Kuningan. “Yang miskin tambah miskin, BBM naik yang miskin sekarat, beban masyarakat tambah berat, rakyat makin tercekik, rakyat makin menderita, akibat kenaikan BBM. Dimana Bupati Kuningan,” ungkap salah satu orator.

Teriakan peserta aksi semakin lantang, minta bupati keluar temui mahasiswa. Pukul 15.20 WIB dibawah hujan deras, Bupati Kuningan H. Acep Purnama didampingi Kapolres Kuningan AKBP Dhany Aryanda, beserta jajaran lainnya keluar menemui peserta aksi.

Dalam kondisi basah kuyup, Bupati Kuningan dengan sabar bertahan menghadapi dan mendengarkan uneg uneg dari peserta aksi. “Silahkan ekspresikan, saya berterima kasih. Asal baik, kondusif. Soal kenaikan BBM, kami Pemkab Kuningan sudah ikut menolak kenaikan harga BBM. Kami sudah menolak, menolak,” tegas Bupati Acep.

Bupati menjelaskan, untuk solusinya, Pemkab Kuningan akan mengalkkasikan beberapa pos anggaran APBD Kuningan untuk meminimalisir, membantu masyarakat diluar penerima bansos. Begitu pun angkutan, tarifnya sudah diatur, supaya semua pihak enak. “Ini memang keputusan pahit, tapi mari kita sikapi dengan arif dan bijaksana,” ujarnya.

Diakui bupati, Ia selalu berjuang ke pusat terkait aspirasi penolakan kenaikan harga BBM. Sudah disampaikan ke provinsi dan kementrian. “Mari kita kawal rencana pengalihan subsidi BBM ke bansos masyarakat agar berjalan lancar, dan tepat sasaran,” kata Acep.

Kemudian, atas desakan massa, Bupati Kuningan berjanji akan mengajak perwakilan massa mahasiswa STKIP Muhammadiyah untuk membawa surat penolakan kenaikan harga BBM ke Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di Bandung.

Mendengar itu, kekecewaan massa aksi pun terobati. Mereka kembali bernyayi, terima kasih Pak Bupati. Akhirnya, massa aksi pun membubarkan diri dengan tertib, berjalan bersorak sorai, semangat meski hujan deras membasahi tubuh mereka. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan