Bingkaiwarta, BANYUMAS – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menjadi narasumber utama dalam acara Nusantara Young Leaders pada sesi “Total Politik” yang digelar di Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (25/04/2026).
Di hadapan ratusan mahasiswa dan pemuda dari berbagai kampus, mantan aktivis ini membagi pengalaman dan filosofi kepemimpinannya dalam mengelola kementerian dan menyelesaikan berbagai persoalan pertanahan di Indonesia.
Dalam sesi diskusi, Nusron menegaskan bahwa latar belakangnya sebagai mantan aktivis mahasiswa membentuk karakter kepemimpinan yang humanis. Cara menyelesaikan masalah tidak boleh kaku dan birokratis, melainkan harus berbasis pada pendekatan kemanusiaan dan keadilan.
“Karena kita mantan aktivis, cara menyelesaikan masalah itu dengan pendekatan yang kemanusiaan dan berkeadilan. Manusia harus kita tempatkan sebagai yang utama. Semua kebijakan ini harus memanusiakan manusia,” ujar Menteri Nusron dengan tegas.
Ia menambahkan, menjadi pejabat publik bukan sekadar soal kekuasaan, melainkan soal dampak dan manfaat.
“Yang namanya jadi pejabat itu harus hati-hati. Segala sesuatu di dunia ini, selama bermanfaat pasti akan bertahan di muka bumi. Kalau tidak bermanfaat, tidak mungkin bisa bertahan lama. Itu kata kuncinya,” tambahnya.
Menteri Nusron juga mengaitkan gaya kepemimpinan dengan nilai-nilai moral dan ajaran agama. Ia menekankan bahwa pemimpin yang baik adalah mereka yang mempermudah urusan rakyat, bukan sebaliknya.
“Sebagaimana doa dan ajaran agama, pemimpin yang mempersulit rakyatnya, maka akan dipersulit pula urusannya. Namun, yang mempermudah dan mengangkat harkat masyarakat, maka ia akan dimuliakan,” jelasnya.
Menanggapi peran mahasiswa, Nusron menyebutkan bahwa mengkritik pemerintah adalah hak dan kewajiban yang mulia. Namun, kritik tersebut haruslah konstruktif dan memiliki tujuan jelas untuk kemajuan bangsa.
“Kritik itu saya setuju, karena berkritik itu adalah kewajiban mahasiswa. Kamu jangan jadi aktivis kalau tidak bisa mengkritik. Tapi sekali lagi, akan sangat sengsara kalau mengkritik tapi tidak tahu apa tujuannya untuk negeri,” tegasnya.
Ia pun mengajak generasi muda untuk tidak hanya mencaci, tetapi juga mendoakan para pemimpin agar diberikan kekuatan untuk menjalankan amanah dengan benar dan berpihak pada rakyat.
Acara bertema “Mencetak Negarawan, Membangun Peradaban” ini digagas oleh Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono. Diskusi dipandu oleh Arie Putra dan Budi Adiputro, berlangsung interaktif dan hangat.
Menteri Nusron dalam kesempatan tersebut didampingi oleh Kepala Biro Humas dan Protokol, Shamy Ardian; Plt. Kepala Kanwil BPN Jateng, Kartono Agustiyanto; serta Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Banyumas, Sri Rejeki. (Abel/hms)













