banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Kuningan Posisi ke-4 Kasus DBD Tertinggi se Jawa Barat, Kadinkes : Ini Penyebabnya

Bingkaiwarta, LEBAKWANGI – Kasus penyakit Demam Berdarah (DBD) di Kabupaten Kuningan mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Untuk itu, guna mengantisipasi lonjakan kasus penyakit Demam Berdarah (DBD) di Kabupaten Kuningan, Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan melakukan penyemprotan Fogging serentak di 27 titik Puskesmas se-Kabupaten Kuningan.

Penyemprotan dilakukan di setiap Desa/Kelurahan yang di koordinir oleh Puskesmas di setiap Kecamatan se-Kabupaten Kuningan.

banner 728x250

Penjabat Bupati, Dr. Drs. H. Raden Iip Hidajat, hadir untuk memberikan pengarahan dan meninjau pelaksanaan Fogging di Balai Desa Pajawan Kidul, Kecamatan Lebakwangi, Jumat (19/04/2024) pagi.

Menurut Data yang dihimpun melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, kasus DBD di Jabar mencapai 7.654 orang dengan jumlah kasus meninggal 71 orang. Di Kabupaten Kuningan, total kasus DBD mencapai 677 orang dan meninggal sebanyak 6 orang dengan kematian Comorbid (Komplikasi). Hal itu membuat Kuningan berada di posisi ke 4 kasus tertinggi se Jawa Barat.

Oleh karena itu, Iip Hidajat mengajak masyarakat agar kompak bersama-sama dalam menjaga kebersihan.

“Salah satu upaya untuk mencegah DBD adalah dengan malakukan Fogging. Untuk itu saya menginstruksikan per hari ini untuk melakukan Fogging serentak se Kabupaten Kuningan melalui Puskesmas di Kecamatan,” ungkap Iip.

Namun kata Iip, yang penting adalah masyarakat dapat kompak untuk bersama-sama melakukan 3 M, yaitu Menguras air menggenang, Mengubur barang bekas tak terpakai dan Menutup sumber air dengan baik.

Selain itu, Iip mendorong agar seluruh stakeholder terkait, mulai dari Dinkes, Kecamatan, Desa dan masyarakat melakukan 5 langkah ikhtiar agar kasus DBD di Kuningan dapat melandai.

“Adapun 5 bentuk ikhtiar tersebut adalah melakukan Fogging serentak yang kita lakukan hari ini, kembali mengingatkan pentingnya gerakan 3M, perbaiki saluran dan selokan air, pasang kawat pasang dan membersihkan lingkungan di sekitar rumah,” sebutnya.

Lebih dari itu, Iip mengajak masyarakat untuk berperilaku dan membudayakan perilaku bersih dengan memulai hal terkecil seperti membuang sampah pada tempatnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr Hj Susi Lusiyanti mengatakan, bahwa lonjakan kasus DBD terjadi di mulai Bulan Maret 2024.

“Maret itu melonjak cukup tinggi. Ya Februari sebenarnya mulai meningkat. Januari cuma 1 kasus, lalu Februari itu ada 5. Nah terus pada bulan Maret itu mulai tinggi mencapai 300 kasus. Hingga di bulan April ini kasus DBD di Kuningan mencapai 677,” ujar Susi.

Jumlah tersebut, sambung Susi, tersebar di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Kuningan. Memang yang tertinggi itu di daerah kota yaitu di Kuningan hingga mencapai 90 kasus.

“Yang menjadi penyebabnya, lebih dominan dari warga urban yang datang ke Kuningan terus beberapa saat ke Jakarta atau merantau ke luar kota. Kembali ke sini kena DBD,” terangnya.

Susi melanjutkan, bahwa ini upaya yang dilakukan dari Dinas Kesehatan sendiri, karena ini adalah kasus yang tiap tahun berlangsung. Jadi memang sudah menyiapkan antisipasi dari awal ketika Januari sudah ada lonjakan.

“Memang kita sudah antisipasi sebagaimana yang Pak Pj  katakan bahwa antisipasi yang paling benar dan paling betul dan paling cepat adalah 3M. Jadi menguras, menutup, dan mengubur. Kenapa? Karena kalau fogging itu hanya salah satu alternatif, jadi ketika ada ada kasus, artinya di situ sudah ada nyamuk dewasa yang berkeliaran,” jelas Susi.

Menurutnya, ada beberapa yang masih dirawat, tapi kasusnya sudah sangat menurun karena gejalanya sudah melandai. “Jadi gejalanya sudah ringan ringan saja tidak seperti awal karena masa inkubasi itu kan 7 hari dari pertama gigitan,” kata Susi. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan