Bingkaiwarta, KUNINGAN – Dalam rangka meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian warga binaan, Lapas Kelas IIA Kuningan menggelar kegiatan silaturahmi dan koordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kuningan, Senin (23/2/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi program pembinaan keagamaan di lingkungan lapas.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kemenag Kabupaten Kuningan dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan Sukarno Ali, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kuningan Drs. H. Ahmad Handiman Romdony, Kepala Seksi Pendidikan dan Pendidikan Agama Pontren, serta jajaran pejabat struktural Lapas. Diskusi berjalan aktif dan produktif dengan fokus utama pada penguatan program pesantren bagi warga binaan.
Dalam koordinasi tersebut, beberapa agenda penting dibahas, antara lain rencana pelaksanaan kegiatan pesantren di Lapas Kelas IIA Kuningan sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian. Selain itu, juga disepakati terkait dukungan tenaga pengajar, penyusunan materi pembelajaran yang sesuai, serta pola pembinaan keagamaan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Program pesantren ini dirancang untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan warga binaan, sekaligus membentuk karakter yang lebih baik selama menjalani masa pidana. Sinergi dengan Kemenag diharapkan dapat menghadirkan pembinaan yang lebih sistematis, terarah, dan memberikan dampak nyata bagi perubahan perilaku mereka.
Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan Sukarno Ali menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dari sistem pemasyarakatan. “Pembinaan kepribadian melalui kegiatan pesantren harus dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan. Dukungan dari Kementerian Agama menjadi kekuatan besar dalam mewujudkan pembinaan yang optimal,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat untuk menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan pesantren, menyiapkan sarana dan prasarana pendukung, serta memastikan ketersediaan tenaga pengajar dari Kemenag Kabupaten Kuningan.
Melalui koordinasi ini, Lapas Kuningan berharap program pembinaan kepribadian berbasis keagamaan dapat berjalan maksimal dan berkesinambungan, sehingga warga binaan memiliki bekal spiritual dan moral yang kuat saat kembali berintegrasi ke tengah masyarakat. (Abel)













