Bingkaiwarta, KUNINGAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan membuktikan keberhasilan program pembinaan kemandiriannya melalui Panen Raya Melon, di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) pertanian, Senin (2/2/2026). Kegiatan ini menjadi simbol produktivitas Warga Binaan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Panen raya ini merupakan buah dari proses pembudidayaan tanaman hortikultura yang dilakukan oleh Warga Binaan selama kurang lebih tiga bulan. Di bawah pendampingan intensif petugas Lapas, para Warga Binaan dibekali keterampilan bertani modern yang memiliki nilai ekonomis tinggi sebagai bekal saat kembali ke masyarakat nantinya.
Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, menyatakan bahwa keberhasilan ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat. “Panen raya melon ini merupakan bukti nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian di Lapas Kuningan. Kegiatan ini juga selaras dengan implementasi Program Asta Cita Presiden RI serta 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan,” ujar Sukarno Ali.
Dalam panen kali ini, total produksi melon mencapai 61 kilogram. Hasil panen tersebut langsung diserap pasar, di mana mayoritas dibeli oleh internal petugas Lapas Kelas IIA Kuningan dan sebagian lainnya disalurkan melalui penyedia bahan makanan (Bama).
Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh pejabat struktural, staf, CPNS, hingga peserta program magang. Sinergi yang kuat antara petugas dan Warga Binaan menciptakan ekosistem kerja yang positif di lingkungan Lapas.
Ke depannya, Lapas Kelas IIA Kuningan berkomitmen untuk terus meningkatkan skala budidaya tanaman hortikultura, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Selain sebagai sarana edukasi, program ini diharapkan dapat mempercepat proses reintegrasi sosial Warga Binaan melalui penguasaan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.
“Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kuningan berkomitmen menyelenggarakan fungsi pemasyarakatan melalui pembinaan kepribadian dan kemandirian guna membentuk Warga Binaan yang produktif dan berdaya guna,” pungkasnya. (Abel)













