banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Nyimas Lenggangherang Jilid 5 Resmi Dibuka: Lebih Klasik, Lebih Spektakuler di Desa Suganangan

Bingkaiwarta, CIPICUNG — Semangat warga Desa Suganangan, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan, kembali menyala menyambut gelaran budaya dan olahraga tahunan yang telah menjadi tradisi. Kini memasuki tahun kelima, acara bertajuk “Nyimas Lenggangherang Jilid 5: Sport n’ Ethno Carnaval” resmi dibuka pada Kamis (10/9/2026) di Stadion Rana Diraksa.

Tahun ini, acara mengusung subtema “Lebih Klasik, Lebih Spektakuler”, hadir sebagai wadah kolaborasi harmonis antara kearifan lokal, kebugaran jasmani, dan spiritualitas warga. Sejumlah rangkaian agenda memeriahkan helatan ini, mencakup karnaval kolosal, jalan santai, Senam Kuningan Melesat, hingga gelaran tabligh akbar.

banner 728x250

Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Suganangan serta seluruh panitia yang konsisten menggelar acara ini hingga memasuki tahun kelima.

Menurut Bupati Dian, gelaran ini membuktikan komitmen dan kerja keras warga setempat dalam merawat tradisi sekaligus mengemas seni budaya lokal agar tetap adaptif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Sesuai subtema yang diusung, kegiatan hari ini membuktikan bahwa budaya tradisional Sunda tidak pernah redup oleh zaman,” ujar Bupati Dian.

Bupati Dian juga menegaskan filosofi penting yang melandasi kegiatan syukuran panen dan tradisi di tatar Pasundan. Mengutip pesan bijak Sunda, ia mengingatkan esensi utama dari helatan kebudayaan: “Sedekah panen lain ngan ukur tradisi, ieu téh pangéling-ngéling kana silih tulungan, silih ajenan, jeung silih bagikeun,”

“Pesan ini mengingatkan kita bahwa esensi dari setiap syukuran dan gelaran budaya adalah merawat kebersamaan. Budaya jangan hanya dipandang sebagai peninggalan masa lalu untuk ditonton, tetapi pegangan hidup untuk dijalani,” imbuhnya.

Ia menambahkan, pengamalan nilai silih asih, silih asah, dan silih asuh menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat Kuningan yang maju tanpa kehilangan jati diri dan akar sejarahnya.

Bupati Dian berharap momentum Nyimas Lenggangherang Jilid 5 ini mampu terus memantik semangat gotong royong, mempererat silaturahmi antarwarga, serta menggerakkan potensi ekonomi dan pariwisata daerah. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan