Bingkaiwarta, KUNINGAN — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan kembali menegaskan komitmen nyatanya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan kegiatan panen jagung dan pengumpulan hasil peternakan telur ayam yang digelar di kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIA Kuningan, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan produktif ini berlangsung meriah dan penuh semangat. Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, turun langsung ke lokasi didampingi jajaran pejabat struktural, staf, Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), serta warga binaan yang aktif terlibat dalam program pembinaan kemandirian. Langkah ini merupakan implementasi konkret dari Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang ketahanan pangan, sekaligus menjadi sarana strategis pembinaan keterampilan bagi warga binaan.
Pada panen kali ini, Lapas Kuningan berhasil memanen hasil pertanian berupa jagung sebanyak kurang lebih 100 kilogram atau setara dengan satu kuintal. Sementara itu, sektor peternakan ayam petelur yang dikelola dan dikembangkan di lingkungan SAE juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dari total populasi 239 ekor ayam petelur yang dipelihara, saat ini mampu menghasilkan produksi telur harian yang stabil, berkisar antara 210 hingga 220 butir per hari.
Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, mengungkapkan bahwa program ketahanan pangan ini memiliki dua tujuan utama yang saling melengkapi. Pertama, untuk mendukung ketersediaan dan pemenuhan kebutuhan bahan pangan di dalam lingkungan lapas. Kedua, sebagai sarana edukasi dan pembelajaran praktis yang membekali warga binaan dengan keahlian di bidang pertanian dan peternakan.
“Melalui program ini, warga binaan tidak hanya sibuk berkegiatan, tetapi dibekali pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman kerja yang sangat berharga. Hal ini menjadi bekal positif yang bisa mereka andalkan saat nanti kembali berintegrasi di tengah masyarakat. Di sisi lain, hasil panen yang diperoleh juga memberikan manfaat nyata dalam menunjang kebutuhan pangan dan gizi di lingkungan binaan kita,” tegas Sukarno Ali di sela kegiatan.
Lebih jauh, program ketahanan pangan yang dijalankan Lapas Kuningan merupakan wujud pembinaan kemandirian yang berorientasi pada produktivitas dan pemberdayaan. Dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan serta sarana prasarana yang tersedia secara maksimal, program ini diharapkan terus bertumbuh dan memberikan hasil yang lebih besar dan berkelanjutan di masa mendatang.
Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan panen berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Ke depannya, Lapas Kelas IIA Kuningan berkomitmen untuk terus meningkatkan pemeliharaan serta pengembangan sarana pertanian dan peternakan. Langkah ini diambil guna meningkatkan kuantitas maupun kualitas hasil panen, sekaligus memperkuat keberlanjutan program sebagai bagian dari keberhasilan sistem pembinaan yang bermanfaat, berdaya guna, dan menciptakan warga binaan yang mandiri. (Abel)













