Bingkaiwarta, KUNINGAN – Untuk menarik minat kaum muda dalam bidang pertanian, Pemerintah Kabupaten Kuningan menggandeng Petani Milenial. Seperti diketahui bersama, minat pemuda bekerja di sektor pertanian terlihat rendah jika dilihat dari data jumlah petani berdasarkan kelompok usia.
Menurut catatan (BPS, 2021), persentase pemuda usia 16-30 tahun yang bekerja di sektor pertanian terus menurun. Kini hanya ada 3,95 juta petani muda yang termasuk generasi milenial, atau 21,9% dari total petani di Indonesia. Hal inilah yang membuat Pemkab Kuningan mengambil langkah nyata untuk regenerasi petani di Kabupaten Kuningan.
Oleh karena itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) telah melakukan Audensi dengan Pj Bupati Kuningan, di ruang kerjanya, pada Rabu (21/2/2024). Dalam kesempatan tersebut, Ketua Petani Milenial Kabupaten Kuningan Adi menjelaskan mengenai program kegiatan sekaligus berbagai produk petani yang tergabung dalam petani Milenial.
Pertemuan tersebut dilakukan untuk mendapat saran pandang terkait dengan pertanian sekaligus membangun sinergitas khususnya kaum muda tani di Kabupaten Kuningan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan Dr. Wahyu Hidayah, saat dikonfirmasi bingkaiwarta.co.id menjelaskan, bahwa pihaknya akan terus melakukan pembinaan terhadap petani milenial, meski dengan keterbatasan Diskatan terus berupaya untuk mendukung dan fasilitasi Petani milenial.
“Saat ini tahun 2024 jumlah Petmil (Petani Milenial) sudah mencapai 404, bukan hal yang mudah untuk menarik minat kaum muda agar tertarik ke bidang pertanian. Dengan kekuatan yang ada, Diskatan berupaya untuk menyasar generasi muda di wilayah Kabupaten Kuningan untuk bersama memajukan pertanian di Kabupaten Kuningan,” jelas Wahyu, Senin (26/2/2024).
Wahyu berharap, untuk memperkuat sektor pertanian lokal, yakni dengan adanya kolaborasi ini menandai langkah maju dalam membangun sinergi antara generasi muda yang bersemangat dan pemerintah daerah untuk mencapai pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing. Hal tersebut merupakan langkah nyata yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dikatakan Wahyu, Pj. Bupati Kuningan Dr. Drs. H. Raden Iip Hidajat pun menyambut baik antusiasme dan kontribusi para petani muda. Beliau menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian serta menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan dan pemberdayaan petani milenial.
“Dalam mewujudkan pertanian yang modern dan berkelanjutan, partisipasi aktif dari generasi muda, terutama petani milenial, sangatlah penting. Pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan dalam hal pelatihan, fasilitas, serta akses pasar bagi para petani muda ini,” ujarnya.
Senada dengan Pj. Bupati Kuningan, Ketua TP. PKK Kabupaten Kuningan Susi Widyawati pun sangat mengapresiasi dan menyambut baik hal tersebut. Bahkan Ia berharap agar petani Milenial dapat bersinergi juga dengan program PKK Kabupaten Kuningan.
“Mereka percaya bahwa sinergi antara generasi muda dan organisasi seperti PKK sangat penting dalam menghadapi tantangan pertanian masa depan,” tutupnya. (Abel)













