banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Peringati Hari Kartini, Wabup Tuti: Perempuan Kuningan Harus Kuat dan Mandiri

 

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Tidak semua perjuangan terlihat, namun bagi banyak perempuan, hidup adalah tentang bertahan, beradaptasi, dan terus melangkah meski dalam keterbatasan. Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong penguatan peran dan pemberdayaan perempuan di berbagai sektor kehidupan.

banner 728x250

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri talkshow bertajuk “Saujana Kartini: Merawat Harapan, Mengukir Peran Perempuan Kuningan” yang berlangsung di Saung Kopi Hawwu, Selasa (21/04/2026).

Dalam pandangannya, perempuan tidak hanya memegang peran domestik sebagai penguat keluarga, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam pembangunan sosial dan ekonomi daerah.

“Perempuan adalah sosok tangguh. Banyak yang menjalani peran ganda, bahkan dalam kondisi yang tidak mudah. Kita ingin perempuan Kuningan memiliki kekuatan, kemandirian, dan kesempatan yang setara untuk berkembang,” ungkap Wabup Tuti.

Ia juga berbagi refleksi dari pengalaman lapangan, di mana masih banyak perempuan yang harus berjuang sendiri—baik sebagai tulang punggung keluarga maupun dalam kondisi kehilangan pasangan hidup. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius yang harus direspons dengan kebijakan dan program yang berpihak.

“Perempuan tidak boleh merasa sendiri. Selama ada kemauan, insyaallah selalu ada jalan. Tugas kita bersama adalah membuka akses, memperkuat dukungan, dan memastikan mereka bisa bangkit,” tegasnya.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Yayasan Hibar Budaya, Kang Tulang, yang menyampaikan bahwa acara ini merupakan bentuk penghormatan sekaligus ruang apresiasi bagi perempuan.

“Acara ini adalah persembahan dari Yayasan Hibar Budaya untuk perempuan-perempuan hebat. Banyak dari mereka yang memikul beban besar, mengurus keluarga sekaligus mencari nafkah. Itu luar biasa,” ujarnya.

Dalam suasana yang hangat, ia juga menekankan bahwa kekuatan perempuan sering kali melampaui apa yang terlihat. “Mungkin kita laki-laki terlihat kuat, tapi sejatinya perempuan jauh lebih kuat dan hebat. Tanpa perempuan, kita tidak akan ada di sini hari ini,” tambahnya.

Mengusung tema “Memandang Luas Realita dan Memutus Ketimpangan Perempuan di Kabupaten Kuningan”, acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan ruang dialog terbuka yang mempertemukan berbagai perspektif.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua IWAPI Kuningan Hj. Nurhayati, Ketua Pokja II PKK Kabupaten Kuningan Rika Farliani, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon Wihujeng Ayu Rengganis, hingga narasumber seperti Listianti Kahfiana dan Vera Verawati. Acara juga dihadiri komunitas perempuan, mahasiswa, pegiat sosial, dan masyarakat umum.

Berbagai persoalan mengemuka dalam diskusi interaktif ini, mulai dari beban ganda, keterbatasan akses ekonomi dan permodalan, tantangan literasi usaha bagi pelaku UMKM, hingga fenomena sosial seperti perkawinan usia dini dan pentingnya pemahaman hukum terkait perlindungan perempuan.

Talkshow ini menjadi pengingat bahwa peringatan Hari Kartini bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi momentum untuk memperkuat peran perempuan masa kini.

Di Kuningan, semangat Kartini hadir dalam sosok perempuan yang terus berjuang di rumah, di ruang publik, dan di tengah berbagai keterbatasan. Karena pada akhirnya, perubahan lahir dari keberanian untuk tetap melangkah, bersuara, dan mengambil peran. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan