banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250

banner 728x250

Pesan Danrem Untuk Ribuan Mahasiswa Unswagati

Bingkaiwarta, CIREBON – Danrem 063/SGJ Kol Inf Danny Rakca S.A.P., M.Han memberikan Materi Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, serta Pembinaan Kesadaran Bela Negara dalam kegiatan Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Ajaran 2022/2023, di Lingkungan Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, kemarin.

Di depan ribuan mahasiswa baru Unswagati, Danrem menyampaikan sistem pertahanan Indonesia adalah sistem pertahanan semesta, dimana untuk mempertahankan kedaulatan NKRI merupakan tanggungjawab seluruh warga Indonesia. Untuk berjuang tidak harus dengan mengangkat senjata, masyarakat dapat berjuang untuk NKRI dapat dilakukan sesuai dengan profesinya masing-masing, TNI, POLRI, Dokter, Guru, Tukang masak, semua dapat ikut dalam perjuangan sesuai dengan kemampuan mereka.

banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280

Danrem menjelaskan, bahaya yang dimiliki bangsa indonesia tidak hanya dari bahaya luar negeri namun ada juga dari dalam negeri. Bahaya dari luar menggunakan perang yang kini dikenal dengan Proxy war merupakan sebuah konfrontasi antar dua kekuatan besar dengan menggunakan pemain pengganti untuk menghindari konfrontasi secara langsung dengan alasan mengurangi resiko konflik langsung yang beresiko kehancuran fatal. Yang bertujuan untuk melemahkan bahkan menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Sedangkan bahaya dari dalam akan timbul dari golongan yang tidak cinta tanah air, yang tidak setia kawan dan merasa tidak mendapat keadilan oleh bangsa ini,” jelas Danrem.

Dikatakannya, campur tangan pemerintah dalam menegakkan keadilan dan keutuhan NKRI sangat besar dengan mengeluarkan peraturan dan perundang-undangan yang bijak, dibuat benar-benar untuk kedaulatan NKRI bukan untuk golongan tertentu.

Danrem mengingatkan kepada para mahasiswa untuk bijak dalam menggunakan medsos, teliti dan responsif dalam menghadapi berita-berita yang beredar, khususnya yang dapat mempengaruhi persatuan dan kesatuan bangsa.

“Untuk itu mari kita bersama-sama dalam menghadapi bahaya yang ditimbulkan oleh bahaya medsos,” ujarnya.

Generasi muda termasuk mahasiswa harus ambil peran dalam bela negara yang diawali kesadaran dan peduli cinta tanah air dan menjadi penetralisir jika ada pihak yg berupaya memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa sesuai nilai Pancasila.

“Bagi generasi muda bentuk bela negara tidak hanya menjadi TNI tetapi dapat diwujudkan melalui mengembangkan keahlianya seperti, kemampuan IT dalam mendukung Sishan atau kelancaran modernisasi alutsista,” imbuhnya. 

Sementara itu, Rektor dan BEM Unswagati mengucapkan terimakasih kepada Danrem yang dalam penyampaian materi diselingi issue-isue Global yang dikemas narasi IT berbasis video, informatif peran TNI dalam membantu kesulitan rakyat dan interaktif tanya jawab sehingga semakin menambah wawasan mahasiswa. (Abel/Penrem)


banner 336x280
banner 336x280
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!