Bingkaiwarta, KUNINGAN – Imbas dari kenaikan BBM, puluhan sopir Elf jurusan Kuningan-Cirebon melakukan aksi mogok, Selasa (6/09/2022) siang. Kondisi ini membuat para pelajar dan masyarakat mengalami kesulitan untuk pulang ke rumah. Beruntung, anggota Satlantas Polres Kuningan Jawa Barat, langsung turun tangan dan mengangkut mereka.
Saat dikonfirmasi bingkawarta.co.id, Kapolres Kuningan AKBP Dhany Aryanda melalui Kasat Lantas Polres Kuningan, AKP Vino Lestari menjelaskan, bahwa pihaknya menurunkan 3 kendaraan Satlantas Polres Kuningan dan 1 mobil truk Dalmas.
“Sebelumnya, Kami mendapat informasi bahwa anak-anak sekolah dari SMK Pertiwi tidak mendapatkan angkutan umum karena sopir elfnya melakukan aksi mogok,” jelas Kasat Lantas kepada bingkaiwarta.co.id, Rabu (7/09/2022).

Dikatakan Kasat Lantas, aksi mogok ini merupakan dampak dari kenaikan BBM yang telah diumumkan pemerintah pada tanggal 3 September 2022. Sehingga aksi mogok kendaraan umum ini menyebabkan anak sekolah dan masyarakat yang akan menggunakan jasanya tidak terlayani.
“Untuk itu, kami mengintruksikan anggota agar bisa membantu pelajar dan juga masyarakat,” ujarnya.
Vino memastikan petugas di lapangan akan terus bersiaga ketika masyarakat membutuhkan bantuannya.
“Aksi ini kami lakukan sebagai upaya memberikan pelayanan terhadap pelajar dan masyarakat saat angkutan umum mogok. Dengan demikian, para pelajar bisa kembali ke rumah dengan tenang,” imbuhnya.
Perlu diketahui, tarif ongkos angkutan kota (angkot) di Kabupaten Kuningan sudah disesuaikan. Namun untuk angkutan umum elf, keputusan penyesuaian tarif merupakan wewenang Provinsi Jawa Barat.
Aliya, salah seorang siswi yang tinggal di Caracas menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Polisi karena telah mengantarkan dirinya pulang.
“Terima kasih Bu Polisi dan Pak Polisi yang telah mengantar saya pulang ke rumah. Tadi pagi sih masih ada, katanya jam 9 pagi mogok mobil elfnya,” kata Aliya. (Abel)













