banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Ratusan Mata Air Anugerah Kuningan, Sri Laelasari: Kewajiban Bersama Merawat dan Melestarikannya

 

Bingkaiwarta, JALAKSANA — Upacara Adat Kawin Cai bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan cerminan kearifan leluhur yang mengajarkan manusia untuk senantiasa menjaga keselarasan dengan alam, terutama dalam merawat sumber kehidupan yaitu air. Hal itu menjadi pesan mendalam yang disampaikan dalam prosesi adat yang digelar di Objek Wisata Tirta Yatra Balong Dalem, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Kamis (29/10/2026).

banner 728x250

Anggota DPRD Kuningan Fraksi Gerindra, Sri Laelasari, yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa menjaga alam berarti menjaga keberlangsungan hidup masyarakat itu sendiri. Tradisi dan budaya yang berkaitan erat dengan pelestarian lingkungan — mulai dari memelihara mata air, sungai, hutan, hingga sistem pertanian dan budaya makanan alami — harus terus dijaga dan diwariskan.

“Jika mata air terjaga, sungai mengalir, dan kebutuhan air serta pertanian terpenuhi, kehidupan pun berjalan baik. Sebaliknya, jika sumber-sumber air itu mengering dan tidak terurus, maka sistem pertanian kita akan terancam,” ujar Sri Laelasari kepada Bingkai Warta.

Ia menambahkan, air adalah kebutuhan paling dasar bagi kehidupan. Saat ini beberapa daerah telah mengalami kesulitan pasokan air, bahkan harus mengirimkan air dari luar daerah. Kondisi tersebut, kata dia, jangan sampai terjadi di Kuningan yang justru dikenal memiliki ratusan mata air yang menjadi anugerah Tuhan yang luar biasa.

“Cibulan saja sudah kita syukuri memiliki mata air yang berkualitas sangat baik, apalagi di seluruh Kuningan kita diberkahi ratusan titik mata air. Itu anugerah terbesar, dan sudah menjadi kewajiban bersama untuk merawatnya dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Lebih dari itu, Sri Laelasari mengajak masyarakat untuk terus menggali, menjaga, dan melestarikan budaya serta tradisi masing-masing desa. Nilai-nilai luhur masa lalu menjadi bekal berharga untuk menjalani kehidupan saat ini sekaligus warisan terbaik bagi generasi mendatang.

“Mari kita jaga mata air ini untuk anak cucu kita. Jangan sampai kelak, yang kita tinggalkan hanyalah air mata karena keringnya sumber kehidupan ini,” pungkasnya dengan harapan yang menyentuh hati. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan