banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Rotasi dan Promosi 50 Kepala Sekolah Kuningan, Bupati Soroti Buta Huruf Fungsional serta Pinjol

Bingkaiwarta, KUNINGAN — Pemerintah Kabupaten Kuningan resmi menyerahkan petikan Surat Keputusan penugasan kepada 50 kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan. Penyerahan dirangkaikan dengan apel pagi di Halaman Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan pada Senin (2/11/2026).

Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., yang memimpin kegiatan tersebut menyampaikan ucapan selamat kepada para kepala sekolah yang menerima amanah baru. Dari 50 nama tersebut terdiri atas dua kepala TK, 41 kepala SD, dan tujuh kepala SMP. Sebanyak 40 orang merupakan promosi, sedangkan 10 lainnya menjalani mutasi atau rotasi.

banner 728x250

“Ini menjadi bagian dari ikhtiar kita meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar iklim pendidikan di Kuningan semakin sehat. Mudah‑mudahan setelah menerima penugasan ini mereka segera bergerak menempati posnya masing‑masing,” ungkap Bupati Dian.

Ia menegaskan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekosistem pendidikan. Karena itu amanah tersebut harus dijalankan dengan kepemimpinan yang kuat, tanggung jawab, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan dunia pendidikan.

Salah satu tantangan utama yang disoroti Bupati adalah persoalan literasi, khususnya fenomena buta huruf fungsional. Kondisi ini ditandai ketika seseorang mampu membaca dengan lancar, tetapi belum mampu memahami inti bacaan, menyimpulkan informasi, maupun membangun argumentasi secara tepat.

“Persoalan ini tidak bisa dibebankan hanya kepada guru atau kepala sekolah saja. Dibutuhkan pembenahan sistem secara menyeluruh, mulai dari beban administrasi, kesejahteraan tenaga pendidik, pemerataan guru profesional, hingga peningkatan kompetensi pedagogik,” tegasnya.

Bupati Dian juga mengungkapkan rencana revitalisasi ratusan sekolah di Kabupaten Kuningan pada tahun mendatang. Namun peningkatan sarana dan prasarana tidak boleh berjalan sendirian. Ia berharap hal itu beriringan dengan peningkatan kapasitas guru serta kualitas proses pembelajaran.

Tidak kalah penting, Bupati menyentuh persoalan tekanan finansial yang dialami sebagian tenaga pendidik. Berdasarkan survei yang disampaikannya, sekitar 42 persen guru di Kuningan disebut menghadapi persoalan pinjaman online. Jika dikaitkan dengan estimasi jumlah guru mencapai 8.000 orang, hal ini menjadi perhatian serius.

“Saya tugaskan kepada Pak Kadisdik untuk melakukan edukasi pengelolaan keuangan serta memberikan pemahaman tentang layanan pinjaman yang aman dan legal. Kita perlu tahu penyebabnya dan mencari solusi bersama agar persoalan finansial tidak mengganggu konsentrasi guru dalam mendidik,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan rencana penyelenggaraan seminar nasional peringatan Hari Guru yang akan menghadirkan narasumber nasional dan melibatkan sekitar 5.000 peserta. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang penguatan kapasitas sekaligus refleksi bagi para tenaga pendidik.

Bupati Dian berpesan kepada 50 kepala sekolah yang baru menerima penugasan agar menjalankan amanah dengan dedikasi, integritas, dan tanggung jawab. Menurutnya keberhasilan pendidik tidak semata‑mata diukur dari materi, melainkan dari kontribusi membentuk generasi masa depan.

“Profesi pendidik mungkin tidak menjadikan kaya materi, tetapi kaya hati. Kebanggaan terbesar seorang pendidik adalah melihat anak didiknya berhasil menjadi orang‑orang hebat di kemudian hari,” pungkasnya. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan