Bingkaiwarta, KUNINGAN – Kepala Kementrian Agama Kabupaten Kuningan Drs. H. Ahmad Handiman Romdoni menanggapi adanya tindakan penganiayaan yang terjadi di Ponpes Al Ikhlas Dusun Puhun RT 009 RW 003 Desa Jambar, Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan, yang menewaskan satu orang santri atas nama Dwi Valentino Nugroho (15), pada Minggu (20/11/2022) malam.
“Pertama, kami turut berduka atas meninggalnya santri Al-Ikhlas. Kemarin kami telah menemui pimpinan ponpes. Alhamdulillah pihak ponpes sangat kooperatif. Mereka juga langsung melaporkan ke pihak aparat hukum. Saya akui ini langkah yang luar biasa untuk ponpes. Karena sebagai lembaga pendidikan Islam, Al-Ikhlas harus memberikan contoh yang baik,” ungkap Ahmad kepada bingkaiwarta.co.id, usai acara Launching Kampung Toleransi di Desa Cisantana, Selasa (21/11/2022).
Ia mengatakan, ke depan pihaknya akan lebih melakukan pengawasan yang ketat. Dan, akan melakukan koordinasi dengan seluruh ponpes di Kabupaten Kuningan agar kasus ini menjadi yang terakhir dan tidak boleh terjadi lagi.
“Ini bukan sistemnya yang salah tapi ini kesalahan individu. Ponpes harus lebih maksimal lagi memberikan pembinaan kepada santri,” ujarnya.
Mengenai banyaknya kasus yang terjadi di ponpes Kabupaten Kuningan akhir-akhir ini, Ia menegaskan, bahwa Kemenag akan lebih intensif mengadakan pertemuan bersama pimpinan ponpes maupun forum komunikasi ponpes di seluruh Kabupaten Kuningan.
“Atas kejadian kemarin, Kami belum bisa memberikan tindakan apapun selain menunggu proses hukum dari kepolisian. Kami juga akan terus mengawal kasus ini,” tandasnya. (Abel)













