Bingkaiwarta, NUSAHERANG – Kematian salah satu santri Pondok Pesantren Al-Ikhlas di Dusun Puhun RT 009 RW 003 Desa Jambar, Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan, Dwi Valentino Nugroho (15), membuat geger masyarakat Kuningan. Pasalnya, korban meninggal dunia akibat tindak kekerasan yang dilakukan oleh kakak kelasnya, pada Minggu (20/11/2022) malam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun bingkaiwarta.co.id, korban merupakan warga Dusun Pahing RT 021 RW 010 Desa Kadugede, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan. Dari hasil penelusuran pihak kepolisian, tindak pidana tersebut diduga dilakukan oleh 3 pelaku, yakni berinisial AU (17), MD (17) dan MA (17), yang saat ini sedang menjalani proses hukum dengan pihak berwajib.
Dari hasil keterangan sementara dari beberapa saksi, bahwa dugaaan penganiayan tersebut di lakukan oleh pelaku dengan cara menendang dan memukul korban di dalam kamarnya.
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlash Jambar, Drs. KH. Jumhaer melalui Press Rilisnya, membenarkan jika Dwi Valentino Nugroho (15) meninggal dunia pada Minggu (20/11/2022) pukul 21.48 WIB yang dinyatakan dengan surat keterangan meninggal dari RSUD 45 Kuningan.
Adapun kronologi kejadian, kata KH. Jumhaer, bermula dari peselisihan antara santri kelas 8 dengan kelas 9. Kemudian santri kelas 9 mengadu kepada oknum senior, yang tanpa sepengetahuan pengurus pondok, oknum tersebut melakukan tindakan kekerasan kepada korban.
“Sebelum dinyatakan meninggal, korban sebelumnya di bawa oleh ketiga pelaku ke petugas kesehatan pondok. Kemudian ketiga pelaku dan petugas kesehatan pondok membawa korban ke klinik terdekat, kemudian karena keterbatasan alat medis di klinik tersebut, korban di rujuk ke RSUD 45. Namun nahas pada pukul 21.48 WIB korban dinyatakan meninggal dunia,” jelasnya.
Selanjutnya, dari hasil pemeriksaan sementara pihak rumah sakit tidak di temukan adanya luka apapun pada tubuh korban. “Namun hingga saat ini kami masih menunggu perkembangan visum lanjutan dari rumah sakit,” ujarnya.
Ia menambahkan, ketiga pelaku saat ini sedang menjalani proses hukum dengan pihak berwajib dan secara resmi sudah di keluarkan dari Ponpes Al-Ikhlash Jambar. Sementara itu, kondisi KBM baik di pondok maupun sekolah tetap berjalan sebagaimana biasanya.
“Kami menghimbau agar seluruh wali santri/murid tetap tenang, tidak terpengaruh dengan berbagai infomasi simpang siur dari sumber yang tidak dapat di pertanggung jawabkan. Mohon tetap saling mendoakan, saling menguatkan agar kita semua dapat melalui musibah ini,” ungkapnya.
Terpisah, bagian pemulasara jenazah RSUD 45, Wawan, saat ditemui bingkaiwarta.co.id menjelaskan, korban masuk kamar jenazah sekitar pukul 03.00 WIB. Sebelumnya, korban memang sudah di visum di dalam oleh dokter.
“Saat korban masuk ruang jenazah, memang sudah dilakukan visum sebelumnya. Jadi, saya menerima jenazah korban sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Setelah saya periksa memang kondisi tubuh korban bersih, tidak ditemukan luka ataupun lebam,” jelasnya.
Menurut Wawan, korban akan dibawa ke rumah sakit di Losarang untuk dilakukan otopsi. “Pihak keluarga masih penasaran dengan kematian korban. Sehingga memutuskan untuk dilakukan otopsi. Jenazah masih di RSUD menunggu pihak kepolisian untuk dibawa ke rumah sakit di Losarang,” katanya. (Abel)













