Bingkaiwarta, KRAMATMULYA – Menjelang pencapaian satu tahun masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar beserta Tuti Andriani, lembaga riset Jamparing Research menginisiasi survei evaluasi untuk mengukur kinerja pemerintahan secara objektif.
Pengumuman terkait survei tersebut disampaikan dalam acara diskusi “Jamparing Bareng Jurnalis” yang digelar di RM Cibentang, Kramatmulya, Rabu (11/2/2026) siang.
Peneliti Jamparing Research, Topic Offirstson, menjelaskan bahwa kajian ini dilakukan sebagai upaya untuk menggambarkan capaian yang sebenarnya selama setahun terakhir, terutama mengingat beragam informasi yang beredar di berbagai platform media sosial dan massa.
“Kita memulai survei ini untuk memetakan kinerja pasangan Dian-Tuti. Ada banyak informasi yang beredar di medsos dan media massa, namun terkadang narasi utama berita berbeda jauh dengan persepsi yang muncul di kolom komentar,” ujarnya.
Topic juga menyoroti adanya akun anonim yang sering menyampaikan kritik dengan nada menyerang, serta praktik judul clickbait yang berpotensi membingungkan publik. Banyak warganet, katanya, hanya membaca judul tanpa memahami isi berita secara menyeluruh.
“Ini menjadi tantangan utama dalam memahami opini publik yang sebenarnya,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, survei menggabungkan metode riset yang mempertimbangkan perspektif media dan jurnalis, yang dianggap lebih memahami kondisi di lapangan. Namun, untuk menghindari subjektivitas, metode tersebut dikombinasikan dengan survei lapangan yang terstandarisasi.
“Kita menghargai wawasan dari insan pers terkait permasalahan yang terjadi di daerah. Namun, agar hasilnya akurat, kami juga menerapkan pendekatan survei lapangan yang terukur,” jelas Topic.
Untuk menjaga independensi, seluruh biaya survei dibiayai secara mandiri oleh Jamparing Research. Sebanyak 200 tenaga survei akan ditempatkan ke berbagai desa di Kabupaten Kuningan, dengan target sebanyak 1.200 responden dalam pengumpulan data.
“Kami menggunakan modal sendiri dan akan turun langsung ke lapangan. Pasukan survei sebanyak 200 orang akan menyebar hingga ke tingkat desa untuk mendapatkan data yang representatif,” ungkapnya.
Selain mengukur tingkat kepuasan publik terhadap kepala daerah, survei juga akan mengevaluasi kinerja seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta 10 program unggulan yang telah digulirkan. Hasil analisis data akan disajikan secara komprehensif, di mana bahkan satu grafik saja dapat dijabarkan melalui puluhan slide pemaparan.
Untuk memastikan validitas data, seluruh responden akan diminta mencantumkan identitas diri. Meskipun demikian, Jamparing Research menjamin bahwa informasi pribadi seperti nama dan alamat akan tetap dijaga kerahasiaannya.
“Kita meminta identitas responden sebagai dasar validasi, namun data pribadi mereka akan selalu kita rahasiakan,” tegasnya.
Melalui survei ini, Jamparing Research berharap dapat memberikan gambaran yang objektif tentang kinerja pemerintahan selama satu tahun terakhir, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan untuk periode selanjutnya. (Abel)













