banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Wujudkan Kampus Inklusif, Universitas Kuningan Resmi Perkuat Kehadiran Unit Layanan Disabilitas

 

Bingkaiwarta, KUNINGAN — Universitas Kuningan (Uniku) terus menegaskan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif, ramah disabilitas, dan bebas dari segala bentuk diskriminasi. Langkah konkret tersebut ditandai dengan digelarnya kegiatan Sosialisasi Unit Layanan Disabilitas (ULD) pada Jumat (23/10/2026).

banner 728x250

Wakil Rektor III Uniku, Prof. Dr. Agus Yadi Ismail, S.Hut., M.Si., dalam sambutannya menjelaskan bahwa Unit Layanan Disabilitas memiliki peran strategis dalam mendampingi mahasiswa penyandang disabilitas agar dapat mengikuti proses pembelajaran secara maksimal, setara, dan tanpa hambatan. Ia menegaskan bahwa keberadaan unit ini tidak boleh sekadar simbolis, melainkan harus didukung dengan tindakan nyata — mulai dari menjamin akses pendidikan, menyediakan fasilitas yang ramah, hingga pendampingan berkelanjutan selama masa perkuliahan.

“Kita berharap ULD ini tidak hanya menjadi unit yang sekadar ada secara kelembagaan, tetapi benar-benar aktif menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya dalam memberikan layanan kepada mahasiswa penyandang disabilitas,” ungkapnya.

Lebih jauh, Prof. Agus Yadi berharap ULD Uniku dapat terus berkembang melalui dukungan kebijakan yang berpihak serta kolaborasi antar-unit di lingkungan kampus. Dukungan ini diharapkan dapat memperluas akses mahasiswa penyandang disabilitas terhadap berbagai layanan pendidikan, termasuk kesempatan memperoleh beasiswa yang sesuai.

Sementara itu, Rektor Uniku, Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si., menyampaikan bahwa pembentukan ULD merupakan salah satu bentuk capaian hibah yang diterima Universitas Kuningan. Unit yang berada di bawah naungan KPBK3 ini menjadi bukti nyata upaya universitas dalam memperkuat layanan pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Universitas Kuningan berkomitmen untuk membuka kesempatan kepada semua orang agar dapat mengikuti proses pembelajaran secara inklusif di Uniku. Tentunya, komitmen ini harus didukung oleh seluruh sivitas akademika,” tegasnya.

Lebih dalam, Rektor menekankan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif tidak hanya bergantung pada keberadaan satu unit layanan saja, melainkan memerlukan kesadaran, kepedulian, dan partisipasi aktif dari seluruh elemen kampus. Lingkungan yang inklusif tercipta ketika setiap individu saling menghargai keberagaman dan siap berkontribusi menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman bagi semua.

“Mudah-mudahan dengan adanya ULD ini, Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan sehingga Universitas Kuningan dapat terus berkembang menjadi universitas yang unggul, inklusif, dan mampu memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas,” ungkapnya. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan