banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
Berita  

Tepat Sasaran, Lapas Kuningan Gelar Assessment Risiko 24 Warga Binaan

 

Bingkaiwarta, KUNINGAN — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan secara resmi melaksanakan kegiatan penilaian atau assessment risiko terhadap Warga Binaan yang ditempatkan di Blok Maximum Security, Selasa (6/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memetakan tingkat risiko sekaligus menentukan kebutuhan pembinaan yang tepat bagi setiap individu.

banner 728x250

Proses penilaian dilakukan secara terstruktur dengan menggali berbagai aspek yang berkaitan dengan kondisi, karakteristik, serta latar belakang masing-masing Warga Binaan. Hasil yang diperoleh kemudian dijadikan dasar penyusunan program pembinaan yang disesuaikan secara personal, bukan seragam untuk semua.

Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Kelas IIA Kuningan, Kusrin Yusyuf, menjelaskan bahwa setiap Warga Binaan memiliki kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, penilaian ini menjadi fondasi utama sebelum menentukan jenis pembinaan yang akan diberikan.

“Setiap Warga Binaan memiliki kondisi, karakteristik, dan kebutuhan pembinaan yang berbeda. Karena itu, hasil assessment risiko sangat penting sebagai dasar bagi kami dalam menentukan bentuk dan program pembinaan yang sesuai,” ujar Kusrin.

Assessor Lapas Kelas IIA Kuningan, M. Fahdanu Latif, menambahkan bahwa proses ini dilakukan secara objektif dan menyeluruh. Penilaian tidak hanya berfokus pada tingkat risiko, tetapi juga menggali potensi serta kebutuhan yang mendukung proses perubahan perilaku Warga Binaan ke depannya.

“Dalam proses assessment, kami berupaya menggali informasi secara objektif dan menyeluruh dari masing-masing Warga Binaan. Hasilnya kemudian menjadi bahan untuk melihat tingkat risiko dan kebutuhan pembinaan yang perlu mendapatkan perhatian,” jelas Fahdanu.

Ia menegaskan bahwa penilaian ini bukan sekadar kegiatan administratif semata, melainkan langkah awal yang harus ditindaklanjuti dengan program pembinaan yang nyata dan berkelanjutan.

“Assessment bukan hanya untuk menentukan tingkat risiko, tetapi juga menjadi dasar dalam memberikan intervensi dan pembinaan yang tepat. Karena itu, hasil assessment perlu ditindaklanjuti melalui program pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing Warga Binaan,” tambahnya.

Kegiatan yang melibatkan 24 orang Warga Binaan ini berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Lapas Kelas IIA Kuningan berkomitmen untuk terus melakukan pemetaan risiko secara berkala, sehingga pembinaan yang dijalankan dapat berjalan lebih tepat sasaran, profesional, dan benar-benar mendukung pemulihan serta perubahan perilaku Warga Binaan. (Abel)


banner 336x280

Tinggalkan Balasan