banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250

banner 728x250

Aset Pemda Minim, Ini Kata Ketua Komisi II DPRD Kuningan

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Minimnya lahan yang menjadi aset Pemda, menjadi pembahasan khusus bagi Komisi II DPRD Kuningan. Sehingga, pihaknya mendesak pemerintah agar melakukan perbanyak aset pemerintah daerah. Seperti diketahui, luas lahan terbuka di Kuningan ada sekitar 68 persen milik warga, sedang lahan aset Pemda hanya 32 persen.

“Data terakhir hasil rapat dengar pendapat, kami menerima informasi ada 68 persen lahan milik warga di Kuningan. Hal ini otomatis berharap kepada pemerintah untuk lebih banyak mengumpulkan aset – aset pemerintah dengan tujuan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Ketua Komisi II DPRD Kuningan Rani Febriani, Rabu (5/1/2022).

banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280

Rani yang juga politisi Demokrat ini mengatakan, adanya lahan milik warga itu harus jelas mendapat pengawasan dari pemerintah. Sebab tidak menutup kemungkinan, bahwa lahan warga itu akan berubah fungsi sehingga belakangan terjadi pemanasan global di daerah.

“Dengan banyaknya lahan berubah fungsi, ini sangat berdampak pada iklim cuaca dan siklus ekonomi tentunya. Dampak hebat akibat itu, jelas pada pemerintah sebagai lembaga pengatur lingkungan hidup masyarakat di daerah,” ujarnya.

Cara lain untuk menjaga lahan warga agar tetap produktif dan menjadi ruang terbuka hijau, ini dapat dilaksanakan kerjasama antar pemerintah dengan warga pemilik lahan tersebut.

“Ya, untuk menjaga lahan tetap produktif dan sebagai lahan terbuka. Disini pemerintah bisa melakukan pendampingan dengan cara kerjasama hingga menghasilkan win – win solusi, misal dibeli oleh pemerintah hingga menjadi aset Pemda,” imbuhnya.

Intinya, Ia menegaskan, bagaiamana tugas pemerintah dalam memberikan pemahaman dalam menjaga lahan warga tersebut.

Selain itu, kata Rani, banyak perumpamaan terjadi pada lingkungan Kuningan. Seperti jumlah UMKM yang ribuan itu semua berpatokan pada kebutuhan bahan baku dari luar daerah.

“Bahan baku semua dari luar, kita cuma tenaga produksi saja. Semoga kedepannya kita bisa produksi beras ketan sendiri, daun jambu sendiri agar dapat membantu pasokan bahan baku para pengrajin tape ketan khas Kuningan,” tutupnya. (Abel Kiranti)


banner 336x280
banner 336x280
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!