banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250

banner 728x250

Babarit, Masyarakat Serbu Nasi Tumpeng

banner 120x600

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Babarit menjadi tradisi rutin tahunan masyarakat Kabupaten Kuningan dalam menyambut Hari Jadi Kuningan. Tampak ribuan masyarakat Kuningan tumpah ruah dari berbagai pelosok turut menyaksikan Tradisi Babarit, yang digelar di Depan Pendopo Kuningan, Minggu (27/8/2023) pagi.

Tradisi Babarit yang sarat dengan nilai filosofi sebagai wujud syukur, menjaga alam, indahnya berbagi dan mendokan para leluhur tersebut, terdiri dari beberapa tahapan prosesi menyatukan air dari empat penjuru mata air kabuyutan, yakni dari Barat Mata Air Cihulu Kuningan- Kel. Winduherang-Cigugur. Utara dari Cikahuripan-Kahiyangan Indapatra- Cilimus. Timur dari Kabuyutan Indrakila-Karangkencana. Dan Selatan Kabuyutan Jamberama-Selajambe. Yang kemudian persatuan air itu di sawer ke empat penjuru.

banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280

.

Selain itu, disiapkan lima Tumpeng, sebagai simbol, satu Tumpeng Indung dan empat Tumpeng yang merupakan kiriman dari empat penjuru lembur. Ada pula lebih dari 3.200 nasi pincuk yang dibagikan kepada warga yang turut hadir.

Suasana babarit terasa sakral diiringi  gamelan dan kacapi suling, diselingi dengan  Musik Tarawangsa dipadukan dengan tarian empat penari tari kendi air.

Namun ada yang berbeda dari penyajian tumpeng tahun ini. Yang biasanya sajian tumpeng dalam ukuran besar, kini hanya tersedia tumpeng dengan ukuran kecil saja.

“Tadinya kita tidak ingin ada rebutan. Karena kalau ada rebutan itu seolah olah gimana ya. Makanya, tadi kita bagikan nasi bungkus/nasi pincuk kepada masyarakat yang hadir disini,” ungkap Bupati Kuningan H Acep Purnama saat dikonfirmasi awak media, disela kegiatan.

Acep menyebut, ada sekitar 3000 lebih nasi bungkus/pincuk yang berasal dari seluruh SKPD Kabupaten Kuningan untuk dibagikan kepada masyarakat.

“Niat saya ingin makan bareng bersama masyarakat, sebagai bentuk syukuran kita. Tapi, ya itulah tadi saking antusiasnya masyarakat langsung menyerbu tumpeng, berebut berkah. Artinya, saya juga melihat bukan sesuatu yang negatif, tapi itu adalah bentuk kesukacitaan, kegembiraan,” ujarnya.

.

Menurut Acep, meski tumpeng yang dihadirkan dalam ukuran kecil namun tidak mengurangi makna dari acara Babarit tahun ini. “Meski tidak ada tumpeng besar, namun tumpeng kecil saja tetap jadi rebutan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Acep juga memohon pamit kepada masyarakat, bahwasanya Desember mendatang, dirinya bersama Wabup Ridho akan menyelesaikan periode kepemerintahannya.

Usai penyelenggaraan Babarit, juga diberikan 2000 karung beras kepada masyarakat sekitar, sebagai simbol berbagi yang juga merupakan ajaran luhur dari prosesi Babarit. (Abel)


banner 336x280
banner 336x280

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!