banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250

banner 728x250
Berita  

Ciptakan Lingkungan Belajar Yang Inklusif, Disdikbud Kuningan Bentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK)

banner 120x600

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan telah melaksanakan kegiatan Training Of Trainer (TOT) Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di Aula BJB Kuningan, kemarin.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu bukti nyata Disdikbud dalam tindak lanjut menangani kasus bullying atau perundungan yang akhir-akhir ini marak terjadi di lingkungan sekolah.

banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, U Kusmana sangat mengapresiasi tema yang diangkat pada acara tersebut, yaitu “Bersama Ciptakan Lingkungan Belajar yang Inklusif.” Menurutnya, tema ini sangat relevan dan krusial mengingat dinamika perkembangan zaman, perubahan sosial, dan kompleksitas tantangan yang dihadapi dalam lingkungan pendidikan.

“Saat ini, presentase TPPK di wilayah Jawa Barat mencapai 65%, sedangkan di Kabupaten Kuningan kita berhasil mencapai 82,73%, dengan tingkat keberhasilan terkecil di Kecamatan Luragung sebesar 62,32%,” ujarnya.

Dalam upaya meningkatkan presentase tersebut, Kabupaten Kuningan melakukan berbagai langkah, salah satunya dengan pembentukan Satuan Tugas Penanganan dan Pencegahan Kekerasan di Satuan Pendidikan (TPPKS di Satdik) serta Satgas di Pemerintah Daerah.

“Ini merupakan inisiatif proaktif untuk menjaga keamanan dan kesejahteraan di lingkungan pendidikan,” katanya.

Dengan dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 42/KPTS.913-DIKBUD/2023 tanggal 06 November 2023 dan Surat Edaran (SE) Bupati Nomor 420/2534/DISDIKBUD tanggal 09 Oktober 2024, yang merujuk pada Kemendikbudristek Tentang Pencegahan Aksi Perundungan (Bullying) dan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.

Dengan demikian, Kadisdikbud mengajak kepada seluruh pihak terutama para pendidik, untuk aktif berpartisipasi menjalankan program-program pencegahan kekerasan. Dengan harapan dapat mengatasi permasalahan kekerasan dan membangun lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bermutu. Sehingga dapat mencapai target presentase TPPK yang lebih tinggi.

“Dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif berarti memberikan kesempatan kepada setiap peserta didik untuk tumbuh dan berkembang tanpa terkecuali, serta mengakomodasi keberagaman dalam segala aspek,” ungkap Uu.

Uu menyebut, keberagaman dalam lingkungan belajar melibatkan perbedaan fisik, budaya, latar belakang, dan kemampuan. Dengan menerima dan menghargai keberagaman, akan menciptakan iklim belajar yang positif dan membangun rasa saling menghargai di antara peserta didik.

“Namun, kita tidak bisa menutup mata terhadap kenyataan bahwa tantangan kekerasan di lingkungan pendidikan masih menjadi persoalan serius,” tukasnya.

Tim ini tidak hanya bertugas melibatkan diri dalam penanganan insiden kekerasan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam melakukan pendekatan preventif, edukatif, dan advokatif. Melalui TOT, pemberdayaan TPPK dengan pengetahuan dan keterampilannya mampu menjadi ujung tombak dalam menghadapi dan mencegah kasus kekerasan di sekolah.

“Saya berharap TPPK dapat menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, berkebhinekaan, dan aman, di setiap institusi pendidikan,” pungkas Uu. (Abel)


banner 336x280
banner 336x280

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!