Bingkaiwarta, KUNINGAN – Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, menerima kunjungan silaturahmi rombongan Siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) dalam rangka kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Wilayah Pertahanan (Wilhan) Tahun Ajaran 2026. Acara berlangsung di Pendopo Kabupaten Kuningan, Selasa (7/4/2026).
Turut mendampingi Bupati dalam kesempatan tersebut antara lain Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Sekretariat Daerah serta Kepala Bappeda Kabupaten Kuningan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian KKL Wilhan yang dilaksanakan pada periode 6 hingga 9 April 2026. Rombongan terdiri dari 23 orang siswa beserta pendamping dengan fokus utama pada pengumpulan data lapangan sebagai bahan kajian strategis, khususnya terkait penanggulangan bencana dan penguatan sistem pertahanan wilayah.
Rombongan KKL Wilhan Seskoad Kelompok 1 dipimpin langsung oleh Kolonel Inf. Chrisbianto Arimurti, didampingi oleh Pati Kelompok Kolonel Inf. Sahat Honang Saragih serta Ketua Kelompok Mayor Arh. H. Khairul Basyri Hasyim.
Dalam sambutannya, Bupati Dian menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Kuningan sebagai lokus kegiatan. Ia menilai kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi penting antara pemerintah daerah dan institusi pertahanan.
“Kami merasa terhormat dan bangga Kabupaten Kuningan dipilih menjadi lokasi kegiatan KKL Seskoad. Ini menjadi momentum yang sangat baik untuk bertukar informasi, berdiskusi, serta memperkuat sinergi dalam menciptakan kondisi wilayah yang aman, kondusif, dan berkelanjutan,” ujar Bupati.
Dalam paparannya, Bupati Dian memaparkan gambaran umum kondisi daerah. Kuningan terdiri dari 32 kecamatan dan 376 desa/kelurahan dengan luas wilayah sekitar 119 ribu hektare. Secara geografis, wilayah ini berada di ujung timur Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah, menjadikannya kawasan strategis dengan keragaman sosial budaya yang tinggi.
Ia menegaskan bahwa arah pembangunan di Kuningan difokuskan pada sektor pertanian dan pariwisata dengan mengedepankan prinsip berkelanjutan. Kuningan juga dikenal sebagai kabupaten konservasi yang sangat selektif dalam menerima investasi, terutama yang berpotensi merusak lingkungan.
“Kami ingin pembangunan tetap seimbang. Ekonomi tumbuh, namun kelestarian alam tetap terjaga. Oleh karena itu, kami sangat ketat mengawal investasi, khususnya industri yang berpotensi menimbulkan polusi,” jelasnya.
Lebih jauh, Bupati menjelaskan bahwa kondisi topografi yang didominasi perbukitan dan berada di kawasan Gunung Ciremai memberikan potensi besar di sektor agraris dan wisata, namun di sisi lain juga membawa tantangan berupa risiko bencana yang cukup tinggi.
“Karena wilayahnya berbukit, tingkat kerawanan bencana di Kuningan cukup tinggi. Hampir setiap hari ada laporan kejadian, mulai dari longsor, pergerakan tanah, hingga kerusakan infrastruktur akibat cuaca ekstrem,” ungkapnya.
Di hadapan para siswa Seskoad, Bupati juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan, terutama keberhasilan menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran melalui penguatan sektor pertanian. Program bantuan benih dan subsidi pupuk dinilai sangat efektif meningkatkan kesejahteraan petani.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten juga terus melakukan percepatan pembangunan infrastruktur, termasuk penanganan ratusan ruas jalan rusak untuk meningkatkan konektivitas wilayah.
Bupati Dian menekankan pentingnya pendekatan pembangunan yang komprehensif, yang tidak hanya melihat aspek fisik, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, ekonomi, hingga pertahanan dan keamanan.
“Kami meyakini pembangunan yang ideal harus menyentuh berbagai aspek secara menyeluruh, termasuk ketahanan wilayah. Oleh karena itu, masukan dan kajian dari rekan-rekan Seskoad ini tentu akan sangat bermanfaat bagi kami,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan rombongan Seskoad menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan. Ia menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk menghimpun data akurat guna merumuskan strategi pertahanan wilayah, khususnya dalam konteks penanggulangan bencana.
“Kami mohon dukungan data dan informasi yang lengkap dari Pemkab Kuningan, sehingga dapat menjadi bahan analisis yang komprehensif bagi kami,” ujarnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif, dan ditutup dengan penyerahan cinderamata serta foto bersama sebagai simbol penguatan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kuningan dan Seskoad. (Abel)













