Bingkaiwarta, KUNINGAN — Komitmen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Kuningan (Uniku) dalam memperluas cakrawala akademik di kancah internasional kembali dibuktikan. Melalui agenda akbar bertajuk “International Conference: Empowering Digital Enterprises: Financial Intelligence and Management Excellence in the Industry 5.0”, FEB Uniku sukses mengumpulkan ratusan mahasiswa, akademisi, dan praktisi dari empat negara sekaligus, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
Perhelatan berskala global ini digelar secara hibrida, memadukan kehadiran luring di Gedung Student Center Universitas Kuningan dan keikutsertaan daring melalui platform Zoom serta kanal YouTube. Forum strategis ini dirancang khusus sebagai wadah diskusi mendalam untuk merespons arus transformasi digital yang menuntut dunia usaha dan ekonomi agar terus beradaptasi secara lincah, cerdas, dan berdaya saing tinggi.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor IV Universitas Kuningan yang juga bertindak sebagai Keynote Speaker, Dr. H. Haris Budiman, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa momentum ini merupakan kesempatan emas bagi para mahasiswa dan seluruh sivitas akademika untuk memperluas sudut pandang serta menangkap peluang di kancah global.
“Era Industri 5.0 bukan lagi sekadar tentang penerapan digitalisasi atau kecerdasan mesin semata, melainkan bagaimana kita mampu menyelaraskan kecanggihan teknologi tersebut dengan keahlian dan sentuhan humanis manusia. Melalui forum ini, kita berharap dapat melahirkan arah baru bagi strategi bisnis dan tata kelola keuangan yang tangguh, berkelanjutan, dan adaptif di masa depan,” urai Dr. Haris Budiman dalam pemaparannya, kemarin.
Sejalan dengan hal tersebut, Dekan FEB Uniku, Dr. Hj. Lili Karmela F., M.Si., turut menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya agenda yang mewujudkan sinergi antarbangsa ini. Beliau menekankan bahwa penguatan jejaring dan kolaborasi internasional menjadi kunci utama dalam menghadapi ketidakpastian serta dinamika ekonomi global saat ini.
“Masa depan menuntut hadirnya ekosistem bisnis yang memiliki manajemen rapi, inovatif, serta ketahanan finansial yang kuat. FEB Uniku hadir untuk memfasilitasi para mahasiswa agar dapat berdiskusi secara terbuka, bertukar gagasan, dan memetakan arah masa depan dunia usaha langsung dari kacamata para pakar lintas negara,” jelas Dekan FEB Uniku.
Guna mengupas tuntas berbagai tantangan sekaligus peluang emas di era baru ini, konferensi internasional tersebut menghadirkan jajaran akademisi dan praktisi berkompeten dari keempat negara sebagai pembicara utama, antara lain:
– Prof. Dr. H. Dikdik Harjadi, M.Si. (Universitas Kuningan, Indonesia) – Menyoroti kesiapan, peta persaingan, serta tantangan nyata yang tengah dihadapi oleh dunia usaha domestik dalam menghadapi perubahan zaman.
– Prof. Dr. Hamdan Daniel (Innovative University, Malaysia) – Memaparkan materi mendalam mengenai pentingnya inovasi manajemen modern yang fleksibel, adaptif, dan berorientasi ke masa depan.
– Dr. Nico Irawan, M.Pd. (Thai Global Business Administration Technological College, Thailand) – Mengulas strategi dan tata kelola bisnis yang efektif untuk bersaing di panggung internasional.
– Hoang Thi Tuong Vinh, M.A. (Ton Duc Thang University, Vietnam) – Membagikan pengalaman nyata, potret keberhasilan, serta implementasi teknologi digital pada sektor industri dan ekonomi di negaranya.
Istimewanya, penyelenggaraan konferensi ini tidak berhenti sebatas diskusi teoritis di dalam ruang seminar. FEB Uniku secara nyata mengonkretkan gagasan dan pemikiran tingkat global tersebut langsung ke tengah masyarakat melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Seluruh rangkaian wawasan dan keilmuan yang diperoleh dalam forum internasional ini selanjutnya akan dibawa langsung ke lapangan dengan menggandeng para pelaku usaha lokal yang berdomisili di wilayah Balai Desa Ancaran, Kabupaten Kuningan.
Langkah strategis ini diambil agar para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pedagang kecil di daerah dapat merasakan dampak positif dan manfaat nyata dari pemikiran tingkat internasional tersebut untuk pengembangan usahanya.
Kolaborasi harmonis antara pemaparan ilmiah di ruang seminar dan aksi nyata pemberdayaan di tingkat desa ini diharapkan mampu memicu lahirnya berbagai solusi segar yang berdampak luas. Selain berhasil mempererat jejaring internasional kampus, agenda ini diharapkan dapat menyalakan semangat para mahasiswa, praktisi, hingga pelaku UMKM untuk lebih bijak dan cerdas dalam memanfaatkan teknologi digital demi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang lebih kuat, tangguh, dan sejahtera bersama. (Abel)













