Bingkaiwarta, KARAWANG — Di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang mengutamakan kecepatan dan kepraktisan, pelayanan publik dituntut untuk terus beradaptasi menjadi lebih sederhana, transparan, dan dekat dengan kebutuhan nyata warga. Transformasi besar itulah yang kini mulai dirasakan manfaatnya dalam layanan pertanahan. Melalui langkah digitalisasi dengan kehadiran aplikasi Sentuh Tanahku, serta inovasi program PELATARAN (Pelayanan Tanah Akhir Pekan), urusan administrasi pertanahan yang dahulu kerap dipersepsikan rumit, berbelit, dan memakan waktu, perlahan berubah menjadi layanan yang lebih praktis, efisien, dan ramah bagi masyarakat.
Selama ini, bagi banyak orang, mengurus dokumen pertanahan kerap identik dengan proses berbelit, antrean panjang, dan birokrasi yang melelahkan. Namun, kesan berat dan sulit itu tidak dirasakan oleh Angelita (30) saat mengurus keperluan terkait sertipikat tanahnya di Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang. Justru sebaliknya, ia merasakan langsung bagaimana inovasi layanan yang digulirkan mampu memangkas kerumitan administratif sekaligus memberikan keleluasaan waktu, terutama bagi dirinya yang memiliki mobilitas tinggi dan kesibukan padat di hari kerja.
Kedatangannya ke kantor pelayanan pada hari Sabtu lalu membuktikan efektivitas program PELATARAN. Dipadukan dengan kemudahan akses informasi yang tersedia kapan saja lewat aplikasi Sentuh Tanahku, proses pengurusan yang dulu terkesan berat dan menakutkan, kini berlangsung jauh lebih ringan dan sederhana.
“Kalau dulu dengar kata birokrasi, rasanya sudah terbayang hal yang berat dan rumit duluan. Tapi di sini saya belajar dan merasakan langsung bahwa sekarang kondisinya jauh lebih baik dan berubah. Dengan aplikasi Sentuh Tanahku, kita bisa memantau dan melihat langsung progres prosesnya, dan adanya layanan di hari Sabtu seperti ini benar-benar sangat membantu kami yang sibuk,” ungkap Angelita, Selasa (2/6/2026).
Kisah kepuasan Angelita terhadap layanan digital pertanahan ini bermula saat ia berencana membeli sebuah rumah. Sebagai calon pembeli yang cerdas, ia ingin memastikan keabsahan dan legalitas dokumen pertanahan sebelum memutuskan melakukan transaksi besar tersebut. Langkah ini sangat penting untuk menghindari risiko sengketa atau persoalan hukum di kemudian hari. Dari kebutuhan itulah, ia mulai mengenal aplikasi unggulan Kementerian ATR/BPN, yaitu Sentuh Tanahku.
“Saat mau beli rumah, saya ingin tahu dulu apa saja yang harus dicek dari surat-suratnya supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. Kebetulan saya tahu BPN punya aplikasi Sentuh Tanahku, jadi langsung saya unduh. Proses verifikasinya pun luar biasa cepat, hari itu juga langsung selesai dan bisa digunakan,” terang Angelita menceritakan pengalaman pertamanya.
Melalui aplikasi tersebut, Angelita kini dapat mengakses berbagai fitur canggih yang sangat membantunya memahami status dan informasi pertanahan secara mandiri, akurat, dan transparan. Misalnya, fitur Sertipikatku memudahkannya melakukan pengecekan keabsahan sertipikat, sementara fitur Cari Bidang membantunya melihat posisi dan batas-batas bidang tanah secara lebih presisi. Kehadiran teknologi ini menjadikan masyarakat tidak lagi sepenuhnya bergantung pada informasi manual atau perantara, melainkan dapat memantau berbagai hal krusial secara langsung dari genggaman tangan.
Kombinasi harmonis antara layanan digital 24 jam lewat aplikasi Sentuh Tanahku dan layanan tatap muka yang lebih fleksibel melalui program PELATARAN menjadi bukti nyata bagaimana transformasi pelayanan ATR/BPN dapat terasa manfaatnya secara langsung, sederhana, dan relevan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Ngapain harus ambil antrean di hari biasa kalau hari Sabtu bisa dilayani? Kan pada dasarnya hari kerja kita juga harus bekerja. Dengan adanya layanan di akhir pekan seperti ini, rasanya jauh lebih fleksibel dan tidak perlu mengambil cuti kerja hanya untuk urusan administrasi,” tambahnya.
Apa yang dirasakan dan diceritakan Angelita menyimpulkan satu hal penting: inovasi pelayanan publik yang baik adalah inovasi yang benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat dan menjawab persoalan riil yang mereka hadapi.
“Menurut saya semuanya sudah sangat bagus. Tinggal dipertahankan saja dan terus dikembangkan mengikuti perkembangan zaman dan teknologi. Saya benar-benar suka dan sangat puas dengan pelayanan seperti ini. I love ATR/BPN,” pungkas Angelita dengan antusias. (Abel/hms)













