Bingkaiwarta, KUNINGAN — Munculnya nama H. Mamat Roby Suganda sebagai salah satu figur kuat yang digadang-gadang akan maju dalam bursa calon Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kuningan, mendapat respons positif sekaligus sambutan hangat dari politisi senior Partai Demokrat, Yosa Octora Santono.
Mantan Anggota DPRD Jawa Barat yang juga pernah mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Kuningan ini menilai, nama Mamat Roby bukanlah sosok asing bagi masyarakat Kuningan. Nama besar dan rekam jejak politiknya, khususnya di kalangan masyarakat perantauan, sudah dikenal luas dan teruji.
“Melihat sosok Pak Haji Mamat Roby, saya kira hampir seluruh masyarakat Kuningan, khususnya warga perantauan, sudah sangat mengenal beliau. Apalagi beliau memiliki pengalaman panjang, pernah menjadi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, dan juga pernah maju sebagai calon Wakil Bupati Kuningan,” ujar Yosa Octora Santono saat ditemui awak media, Selasa (2/6/2026).
Menurut Yosa, jika kemunculan nama Mamat Roby didasari oleh keinginan pribadi yang selaras dengan aspirasi mayoritas kader, maka kehadirannya akan menjadi energi positif baru bagi Partai Demokrat dalam menghadapi berbagai kontestasi politik di masa mendatang.
“Alhamdulillah jika beliau muncul atas dasar keinginan sendiri dan mendapatkan dorongan kuat dari sebagian besar kader untuk memimpin Demokrat. Saya melihat sosok beliau sangat layak dan bisa menjadi salah satu kandidat unggulan yang mampu membawa Demokrat bersaing dan berprestasi lagi di pemilu mendatang,” tambahnya.
Lebih jauh, Yosa menyoroti keunggulan lain yang dimiliki Mamat Roby, yakni jejaring hubungan yang sangat luas hingga ke tingkat nasional. Karena kualitas dan kapasitas yang dimilikinya itu, Yosa secara terbuka dan tegas menyatakan dukungannya sepenuhnya apabila Mamat Roby memutuskan maju dan terpilih memimpin Partai Demokrat Kuningan.
“Saya mendukung penuh Pak Haji Mamat Roby apabila beliau berniat maju memimpin Partai Demokrat Kuningan,” tegas Yosa.
Di tengah maraknya dinamika internal dan berbagai isu yang berkembang belakangan ini, termasuk spekulasi perpindahan kader, Yosa menegaskan sikapnya yang tak tergoyahkan. Ia menegaskan dirinya masih dan akan tetap menjadi bagian dari keluarga besar Partai Demokrat, serta menepis segala isu yang menyebutkan dirinya akan bergabung ke partai politik lain.
“Saya masih kader Partai Demokrat dan tidak akan bergeser ke mana-mana. Kalau ada isu-isu miring atau berita yang tidak benar, saya kira itu hal yang biasa dan lumrah terjadi dalam dinamika politik. Saya tetap setia di sini,” ungkapnya.
Terkait arah kebijakan dan agenda besar Partai Demokrat Kuningan ke depan, Yosa mengingatkan bahwa fokus utama organisasi tidak boleh semata-mata berorientasi pada perebutan kekuasaan di lembaga eksekutif. Menurutnya, penguatan struktur organisasi dan penyusunan strategi politik yang matang harus menjadi prioritas utama guna memulihkan dan meningkatkan performa partai.
Ia menilai, aspek kaderisasi menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera diperkuat untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas kader secara berkelanjutan. Hal ini menjadi sangat krusial mengingat pada periode terakhir, Partai Demokrat Kuningan mengalami penurunan jumlah perolehan kursi di DPRD Kuningan jika dibandingkan dengan capaian sebelumnya.
“Kita harus benar-benar memperkuat struktur kepengurusan dan strategi politik. Kaderisasi harus lebih mumpuni, terarah, dan jumlah kader harus terus bertambah serta berkualitas. Saya mencatat, saat ini kursi Demokrat di legislatif mengalami penurunan hingga tinggal tiga kursi saja. Ini tantangan kita bersama,” katanya.
Yosa pun berharap, ke depannya Partai Demokrat dapat kembali mengulang masa-masa kejayaannya seperti saat dipimpin oleh almarhum H. Toto Hartono. Pada masa kepemimpinan beliau, partai berlambang bintang mercy tersebut mampu meraih hasil gemilang dengan mengantongi tujuh kursi legislatif dan bahkan berhasil menduduki posisi unsur pimpinan di DPRD Kuningan.
“Saya berharap Demokrat bisa kembali mengulang kejayaan seperti pada masa almarhum Pak Toto. Saat itu Demokrat memiliki tujuh kursi dan berhasil menempatkan kader di kursi pimpinan DPRD. Masih banyak cara dan strategi yang bisa kita tempuh untuk mengembalikan kejayaan itu, asalkan kita kompak dan bekerja keras,” ujarnya penuh harap.
Selain soal kaderisasi, Yosa juga menekankan pentingnya konsolidasi partai secara berjenjang dan merata, mulai dari tingkat kabupaten hingga ke basis paling bawah di tingkat Rukun Tetangga (RT). Salah satu kuncinya, kata dia, adalah dengan terus memperkenalkan, mengampanyekan, dan membangun citra positif sosok Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), hingga ke tingkat akar rumput.
“Struktur kepengurusan dari kabupaten sampai ke desa dan RT harus terus mengampanyekan sosok Ketum AHY. Beliau merupakan salah satu modal utama partai, figur yang cerdas, dan sangat dikagumi serta menjadi panutan bagi kalangan anak muda. Ini kekuatan besar yang harus kita dorong,” ucapnya.
Sementara itu, terkait kemungkinan dirinya kembali turun ke gelanggang kontestasi politik, baik sebagai calon ketua partai maupun calon legislatif pada pemilu mendatang, Yosa mengaku hingga saat ini belum memiliki rencana atau pemikiran ke arah tersebut. Namun, sebagai kader yang patuh dan loyal, ia menegaskan akan tetap siap menjalankan tugas apa pun apabila mendapat amanah dari organisasi.
“Sampai saat ini saya belum berpikir untuk mencalonkan diri, baik sebagai ketua partai maupun caleg. Prinsip saya sederhana, saya sebagai kader siap menjalankan perintah dan amanah partai apa pun itu bentuknya,” pungkas Yosa Octora Santono. (Abel)













