banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250

banner 728x250
Berita  

Fokus Benahi APBD 2024, ASN Kabupaten Kuningan Akan Terima Tunjangan Secara Full

banner 120x600

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Sebagai upaya untuk menekan potensi gagal bayar yang terjadi di tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, kini tengah fokus untuk mengkaji APBD 2024 agar lebih efektif.

Meski diakui, jika potensi gagal bayar masih membayangi APBD 2024. Meski begitu, kini pemerintah daerah justru akan mendahulukan alokasi anggaran untuk kewajiban gaji dan tunjangan pegawai ASN.

banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280

Terlebih, pemerintah daerah berencana mengalokasikan anggaran di APBD 2024 secara penuh untuk gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN. Termasuk alokasi anggaran untuk pembayaran TPP maupun Tambahan Penghasilan Guru (TPG) yang sempat tertunggak di tahun 2023.

“Jadi sesuai aspirasi, kita sudah putuskan nanti di APBD 2024 untuk gaji dan tunjangan ASN akan kita full-kan alokasi anggaran sesuai ketentuan. Gaji 14 bulan, TPP kurang lebih 13 bulan ditambah 3 bulan yang tertunggak di tahun 2023,” kata Sekda Kuningan, Dr H Dian Rachmat Yanuar kepada awak media, usai melaksanakan Rakor, Senin (11/12/2023).

Sebab sampai hari ini, sambung Sekda, pembayaran TPP ASN yang tertunggak masih tersisa 3 bulan. Sehingga sisa tunggakan akan segera diselesaikan di tahun mendatang.

“Iya kita akan selesaikan nanti di tahun 2024. Jadi nanti kita alokasikan TPP 13 bulan plus yang 3 bulan menunggak, karena 3 bulan itu yang dari tahun 2022,” ujarnya.

Ia berkomitmen, tidak akan mengulang mekanisme gali lubang tutup lubang. Sehingga kini akan dikoreksi secara betul-betul sesuai saran BPK, sehingga akan dituntaskan dulu kewajiban gaji dan TPP ASN.

“Termasuk TPG ya untuk guru akan kita selesaikan, ada yang tertunggak 1 bulan. Sekarang kita rekontruksi kembali APBD 2024 yang lebih berpihak ke masyarakat, arahan dari pimpinan yakni kewajiban-kewajiban kepada ASN kita selesaikan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, kata Sekda, pihaknya akan pula fokus dalam program kaitan kemiskinan, stunting hingga inflasi daerah. “Mudah-mudahan meski APBD Kuningan belum begitu baik, namun akan lebih diefektifkan,” imbuhnya.

Soal potensi gagal bayar di APBD 2024 apakah akan terjadi, Ia berharap, tidak terlalu besar apabila itu terjadi. “Kalau itu (gagal bayar) masih dihitung, mudah-mudahan tidak besar,” tandas Sekda.

Sekda berharap, meski APBD 2024 masih hampir sama dengan APBD 2023, namun akan dicoba mendesain anggaran agar lebih efektif. (Abel)


banner 336x280
banner 336x280

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!