banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250




banner 728x250

IMM Kritik DPRD, Subhan : Proses Tanpa Progres!!

  • Bagikan

Bingkaiwarta, KUNINGAN – Terlalu banyak problematika yang hadir dan harus dituntaskan perlahan di Kabupaten Kuningan ini, terutama saat ini yang sedang kencang – kencangnya terdengar dari gedung perwakilan rakyat Kuningan. Menanggapi hal ini IMM Kuningan dengan mengedepankan Fastabiqul Khairat (berlomba – lomba dalam hal kebaikan) sebagai semboyan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah itu sendiri, melakukan audiensi kepada Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Kuningan, Jum’at (12/11/2021) sekitar pukul 13.00 WIB.

Sub’han Habibie Sekbid Hikmah, Politik dan Kebijakan Publik PC IMM Kabupaten Kuningan menjelaskan, dengan audiensi ini, IMM bermaksud mempertegas Badan Kehormatan atas kinerjanya dalam menghadapi urusan yang terjadi di internal dewan itu sendiri.

banner 336x280
banner 336x280
banner 336x280

Salah satunya terkait kekalahan BK dalam banding PTUN yang menimpa Pimpinan DPRD yang dikategorikan pelanggaran kode etik sedang. Merupakan satu bukti bahwa BK tidak tegas dan konsisten dalam menjalankan tugasnya yang diakibatkan tidak fokusnya dengan permasalahan yang dihadapi.

“Adapun persoalan tidak terpuji  yang gempar di masyarakat belum lama ini yang dilakukan oleh anggota dewan bahkan membuat anggota tersebut menyatakan mundur tetapi terkesan ambigu apakah tetap dipertahankan atau segala sesuatu lain yang mengindikasikan rusaknya ritme internal dewan. Lebih parahnya lagi beliau masih berani menghadiri rapat perencanaan APBD beberapa waktu lalu,” jelas Subhan kepada bingkaiwarta.co.id, Sabtu (13/11/2021).

Mereka (BK) membenarkan dengan informasi tersebut, karena menurut mereka anggota dewan tersebut masih berstatus anggota dewan dan mesti menghadiri acara tersebut. Ini mendorong opini publik apakah pengunduran diri yang beliau gaungkan beberapa waktu lalu hanya sebuah peredam masyarakat agar terdiam dan melupakan apa yang terjadi yang akhirnya isu ini menguap/hilang begitu saja.

“Rupanya beliau mengundurkan diri  dari partainya dan ini pun terhambat yang mengakibatkan partainya harus menungggu keputusan yang tidak terlihat kapan keputusan tersebut lahir ditambah mereka tidak bisa mempercepat ataupun memperlambat putusan tersebut artinya mereka hanya berpasrah terhadap hal tersebut,” ujarnya.

Hal ini katanya, mengakibatkan BK dan pimpinan DPRD tidak menerima rekomendasi pengunduran diri ini karena harus sama – sama menunggu keputusan yang tidak tahu kapan keluarnya. Sehingga terkesan gagap dalam menyelesaikan persoalan ini. BK pun tidak tegas dan menindaklanjuti  hal ini juga dalam menjalankan tugasnya sebagai badan yang menjaga moral, kehormatan, citra dan kredibilitas DPRD.

Terdapat proses yang dilakukan dalam menyelesaikan persoalan – persoalan yang terjadi tetapi itu hanya sebagai bukti, syarat  BK agar terlihat bekerja dihadapan publik yang nyatanya tidak ada progres yang berarti. “Yang kami dan masyarakat perlukan bukti nyata bukan bualan dan dipermainkan seperti ini dalam menyoal permasalahan ini ataupun dalam menghadapi masalah yang akan datang,” ungkapnya. (Abel Kiranti)


banner 336x280
banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!