banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250
banner 728x250

RAMADHAN DALAM PERADABAN ISLAM, RAMADHAN YANG DIRINDUKAN

Tidak terasa sudah setengah jalan kita berpuasa di bulan ini, Syahru Ramadhan. Berbagai postingan berita di media tetap selalu mewarnai bulan ini. Dari mulai berita lokal hingga internasional. Dari mulai urusan pribadi hingga ke urusan publik.

.

banner 728x250

Setengah bulan jalan kita menahan nafsu, haus dan dahaga. Mungkin, dalam kehidupan sekuler hari ini, kaum Muslimin perlu “usaha lebih” agar bisa optimal dalam bulan Ramadhan. Dari gambaran kecil negeri ini, kaum Muslimin masih ada yang kesulitan untuk sahur dan berbuka. Berita terbaru ada seorang ayah mencuri labu untuk bekal buka puasa hingga berakhir penganiayaan dan beberapa hari korban dinyatakan meninggal. Belum lagi melihat saudara-saudara Muslim yang berada di luar Indonesia, berjibaku dengan peluru, rudal dan bom.

Tentunya suasana Ramadhan dalam peradaban Islam akan sangat berbeda. Sebagai contoh, kebutuhan pokok menjadi hal yang harus dipastikan oleh negara kepada setiap warganya, baik kaum Muslim yang sedang berpuasa ataupun mereka yang Non-Muslim yg tidak berkewajiban untuk berpuasa. Sehingga kasus pencurian seperti disebutkan diatas akan sangat minim angkanya, bahkan bisa jadi tidak ada. Apalagi kalo berbicara keamanan, tentunya peradaban Islam akan sangat memeliharanya, karena seruan ‘nyawa seorang mukmin yang tak bersalah lebih berharga daripada dunia dan seisinya’.

Dan apabila kita berbicara makna dari “shaum” tentunya tidak hanya sekedar menahan lapar, tapi juga menjaga pandangan, pendengaran, lisan, dan apapun agar tidak keluar dari perintah Allah.

Sebagai contoh, dalam peradaban Islam, pandangan perempuan dan laki-laki Muslim akan benar-benar dijaga, tidak boleh ada seorang perempuan yang terlihat auratnya di hadapan laki-laki Muslim, begitupun sebaliknya. Sehingga semakin mendukung kekhusyuan ibadah dalam bulan Ramadhan.

Tentunya hal di atas akan terus diterapkan, tidak hanya bulan Ramadhan saja, tetapi juga dibulan-bulan yang lainnya.
.

Yang disebutkan di atas hanya beberapa contoh bagaimana Ramadhan dalam peradaban Islam akan berusaha untuk mempermudah setiap Muslim memiliki predikat Taqwa, sebagaimana seruan kewajiban berpuasa dalam QS Al-Baqarah ayat 183.
.
Semoga Ramadhan ini menjadi bulan yang ramai dengan ikhtiar dan do’a yg mengguncangkan langit, memohon untuk tegaknya kemuliaan Islam dan Kaum Muslimin.

_Elis Irma Ratnasari
Pemerhati Generasi_


banner 336x280

Tinggalkan Balasan